Wednesday, March 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bali masih Memberikan Stigma kepada PMI sebagai Pembawa Covid-19

DENPASAR, Theeast.co.id – Sekda Bali Dewa Made Indra menyesalkan adanya sejumlah warga dan desa di Bali yang masih memberikan stigma terhadap para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali sebagai pembawa virus ke Bali. “Masih ada di masyarakat kita yang memberikan stigma bahwa para PMI asal Bali itu sebagai pembawa penyakit Covid19. Saya minta agar stigma itu dihapus. Itu semua tidak benar. Jangan sampai ada stigma itu karena mereka juga adalah warga kita,” ujarnya di Denpasar, Rabu (15/4).

Menurut Dewa Indra, para PMI itu adalah warga Bali. Mereka juga dipulangkan karena kebijakan negara tempat dimana para PMI asal Bali itu bekerja yang memulangkan mereka. Mereka juga tidak ingin virus itu ada. Mereka juga tidak tahu apakah mereka juga terjangkit atau tidak. Sebab, bila tidak ada pandemi Covid19, para PMI itu tidak mungkin pulang ke Bali tanpa dipaksa. Kondisi ekonomi keluarga dan kekurangan lapangan kerja yang membuat para PMI itu bekerja di luar negeri. Kemudian atas kebijakan negara dan perusahan tempat para PMI Bali ini bekerja, mereka terpaksa dipulangkan ke Bali.

Menurut Dewa Indra, masyarakat Bali, atau semua desa di Bali seharusnya tidak perlu kuatir berlebihan terhadap kepulangan para PMI tersebut. Pertama, mereka sebelumnya pernah dikarantina di perusahaannya masing-masing. Mereka dinyatakan sehat dan mendapatkan kartu sehat atau alert card dari negara tempat dimana mereka bekerja. Kedua, saat pulang ke Bali, seluruh tahapan dan proses diikuti dengan tertib, mulai dari pemeriksaan di Bandara Ngurah Rai melalui rapid test dan juga PCR bagi yang hasilnya positif dalam pemeriksaan Rapid Test hingga proses karantina baik karantina wajib dan karantina mandiri.

“Seluruh proses mereka ikuti dengan tertib, diisolasi, dikarantina, disuruh dirawat di rumah sakit, semuanya mereka lakukan. Tidak ada alasan untuk beri stigma kepada PMI dan apalagi menolak kehadiran mereka di desanya. Saya mohon kepada seluruh masyarakat Bali jangan memberikan stigma seolah-olah mereka pembawa penyakit atau sebagai orang-orang yang menakutkan. Ini akan berdampak buruk bukan hanya kepada PMI saja tapi juga kepada keluarganya,” ujarnya.

Beberapa kasus di Bali sudah terjadi. Ada warga yang belanja di pasar, kemudian diinterogasi, dari mana asalnya, dan sebagainya. Sebab di desa yang bersangkutan ada penolakan terhadap PMI. Akibatnya, warga di pasar menjadi risau, dan terjadi penolakan.

“Mereka ini adalah saudara-saudara kita bukan siapa-siapa. Jadi tidak baik kalau kita melakukan penolakan itu. Pemerintah Provinsi Bali tidak melakukan penolakan apapun kepada mereka yang sekarang ini adalah karena mereka saudara-saudara kita. Bahwa mereka membawa penyakit, itu adalah tanggungjawab pemerintah untuk merawat mereka,” ujarnya. Bila ada yang sakit atau positif, maka tugas pemerintah untuk merawat dan menyembuhkannya, membawanya ke rumah sakit dan seterusnya.(axelle dae).

Popular Articles