Anggota DPRD Belu Turut Mendukung Paguyuban Pejuang Timor-Timur Surati Kemenhan RI Minta Kompensasi

Anggota DPRD Belu Turut Mendukung Paguyuban Pejuang Timor-Timur Surati Kemenhan RI Minta Kompensasi/theeast.co.id

Anggota DPRD Belu Turut Mendukung Paguyuban Pejuang Timor-Timur Surati Kemenhan RI Minta Kompensasi/theeast.co.id

ATAMBUA, Theeast.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belu yang juga merupakan mantan warga Timor Leste, Agustinho Pinto turut mendukung paguyuban pejuang Timor-Timur yang melayangkan surat ke Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya saat ditemui awak media ini di Atambua, Senin (04/05/2020).

Diungkapkan oleh wakil rakyat DPRD Belu 2 periode dari fraksi Gerindra ini bahwa hingga saat ini hidup masyarakat eks Timor-Timur masih sangat menderita sehingga butuh perhatian dari Pemerintah Pusat.

“Sangat menderita, butuh uluran tangan. Kalau hidup menderita, kenapa harus tutup mata?” pungkas Agus Pinto.

Mantan Ketua Untas Dili dan Sekertaris Komandan Aitarak ini menekankan masyarakat eks Timor-Timur merupakan korban dari konspirasi politik yang dilakukan oleh Portugal, Australia dan Indonesia karenanya perlu diperhatikan.

“Mereka dulu sudah mempertahankan Merah Putih. Terus setelah itu karena ada jajak pendapat kita dikalahkan, kita datang. Ya mereka ini kan sudah berjuang. Diperhatikan dengan minta hanya veteran, ya kenapa tidak bisa?” tandasnya.

Sebagai sesama warga eks Timor-Timur, Agus Pinto berharap untuk Presiden Republik Indonesia dapat mengabulkan permintaan yang sudah dilayangkan paguyuban pejuang Timor-Timur kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

“Masyarakat itu kan sudah bersurat ke Pak Menteri Pertahanan. Kita juga mendukung supaya pak Menteri Pertahanan sampaikan kepada pak Presiden dan mudah-mudahan pak Presiden mengabulkan permintaan ini,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan paguyuban pejuang Timor- Timur Sepuluh Kabupaten eks Timor- Timur di Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka dan Kabupaten TTU, Provinsi NTT telah menyurati Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

Tujuan surat itu untuk mendapatkan bantuan kompensasi dan kemudahan khusus di pengangkatan menjadi veteran Republik Indonesia bagi para pejuang Timor-Timur.

Tak tanggung-tanggung, paguyuban ini ancam akan tinggalkan Indonesia apabila aspirasi mereka yang tertuang dalam surat kepada Kemenhan tersebut tidak direspon oleh pihak Pemerintah Republik Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan Cancio Lopes De Carvalho, SH didampingi belasan pejuang Timor-Timur dalam konferensi pers di Atambua, Sabtu (02/05/2020).

“Kami punya piagam penghargaan pejuang Timor-Timur dari Kementerian Pertahanan sejak 2014 lalu. Namun setelah menerima penghargaan tersebut, hingga saat ini kami belum pernah mengajukan sesuatu pun kepada Pemerintah Republik Indonesia,” tuturnya.

Karena itu dengan adanya pemberian surat tersebut kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, paguyuban ini berharap agar secepatnya Pemerintah dalam hal ini Menteri Pertahanan Republik Indonesia dapat merealisasikan permohonan mereka.

Bila aspirasi yang diminta tidak direspon oleh Pemerintah Indonesia maka para pejuang Timor-Timur ini akan melakukan kongres luar biasa di Atambua dalam rangka menentukan sikap politik untuk memilih tetap tinggal di Indonesia atau pulang ke Timor Leste.

“Perlu saya tegaskan disini karena penderitaan kami sudah berlangsung 21 tahun. Oleh karena itu kami semua sepakat apabila aspirasi kami tidak mendapat respon maka kami akan mengadakan kongres luar biasa Pejuang Timor – Timur di Atambua untuk menentukan sikap politik apakah kami tetap tinggal di Indonesia dalam keadaan seperti ini, mati satu persatu atau harus pulang ke Timor-Timur dengan membawa serta Merah Putih?” tegas Cancio Lopes diamini semua pejuang lain yang turut mendampinginya.

Dalam surat tertanggal 21 April 2020 tersebut, pada perihal-nya mengusulkan 4115 orang Pejuang Timor- Timur untuk mendapatkan bantuan kompensasi dan kemudahan khusus di pengangkatan menjadi veteran Republik Indonesia.

“Hari ini kami dari paguyuban pejuang Timor-Timur ingin membicarakan tentang nasib kami para pejuang Timor-Timur yang selama ini terabaikan selama 21 tahun yang mana selama ini kami belum menyampaikannya,” pungkasnya.

Sebagai ilustrasi, Mantan Komandan Sektor C Pasukan Pejuang Integrasi pun membacakan salah satu piagam penghargaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang diberikan kepada 1994 pejuang Timor-Timur.

Piagam penghargaan tersebut bernomor PP/1313/X/2014 dimana Menteri Pertahanan Republik Indonesia memberikan penghargaan semangat juang Bela Negara kepada Agustinho Barros dengan alamat Kupang-NTT dan berasal dari Dili-Timor Leste atas jasa dan kesetiaannya membela Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Pejuang Timor-Timur.

Piagam tersebut diberikan di Jakarta,17 Oktober 2014 dengan yang menandatanganinya Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin.

“Mengapa saya sebut kami sebagai pejuang Timor-Timur ini tentu karena kami diakui secara resmi oleh Negara namun piagam ini hanya sebatas kertas saja karena tidak ada perhatian negara kepada kami sebagai pejuang Timor-Timur. Kami berjuang membela Negara dan Bangsa Indonesia selama 24 tahun. Sampai sekarang nasib kami terbengkalai selama 21 tahun di Republik Indonesia,” pintanya.

Cancio Lopes juga menyebutkan bahwa aspirasi-aspirasi itu sudah dituangkan dalam surat yang dikirim ke Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto tertanggal 21 April 2020.

Surat itu ditandatangani belasan pejuang yang memiliki jabatan strategis sebagai pejuang Timor-Timur.

Berikut kutipan surat bernomor 02/PPTT/Naitimu/IV/2020 dari Paguyuban Pejuang Timor – Timur sepuluh Kabupaten Eks Timor-Timur Di Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka dan Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

Perihal : Usul 4115 (Empat Ribu Seratus Lima Belas) orang Pejuang Timor-Timur untuk mendapatkan bantuan kompensasi dan kemudahan khusus di pengangkatan menjadi veteran Republik Indoesia.

Dengan Hormat,

Berdasarkan hasil pertemuan Pejuang Timor- Timur dari sepuluh kabupaten eks Timor- Timur yang kini berdomisili di Kabupaten Belu – Atambua, Kabupaten Malaka – Betun, dan Kabupaten TTU- Kefamenanu, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Selasa 21 april 2020 di Haliwen, Atambua, Kabupaten Belu, yang dihadiri oleh Tokoh-Tokoh Pejuang Timor-Timur tahun 1975, 1999, Tokoh-tokoh masyarakat dan Tokoh-Tokoh Politik, dengan ini perkenankanlah kami mengusulkan kepada Bapak Menteri Pertahanan RI empat ribu seratus lima belas (4115) orang Pejuang Timor-Timur mendapatkan kompensasi dan kemudahan khusus untuk di angkat menjadi veteren Republik Indonesia.

Adapun empat ribu lima belas orang Pejuang Timor-Timur yang di usulkan terdiri dari: seribu sembilan ratus sembilan puluh empat (1994) orang Pejuang Timor-Timur yang telah mendapatkan piagam penghargaan semangat juang bela negara sebagai Pejuang Timor- Timur pada tanggal 17 Oktober 2014, fotocopy piagam penghargaan tersebut terlampir lima lembar. Tiga ratus empat puluh (340) orang Pejuang Timor-Timur yang telah terdaftar dengan tuduhan pelanggaran HAM berat menjelang dan sesudah pelaksanaan jajak pendapat di Timor-Timur tahun 1999, fotocopy daftar tuduhan pelanggaran HAM berat yang di keluarkan oleh Unit Serius Crime PBB ( Perserikatan Bangsa-Bangsa) terlampir. Seribu seratus lima puluh (1150) unsur perlawanan/Wanra, Rajawali tahun 1995 sertifikat pelatihan fotocopy terlampir. Enam ratus tujuh puluh (670) orang anggota gadapaksi, fotocopy sertifikat pelatihan terlampir.

Bapak Menteri Pertahanan yang kami hormati, 24 tahun yang lalu kami telah berjuang membela Merah Putih dan mempertahankan wilayah Timor-Timur menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, 21 tahun berturut-turut kami membuktikan kesetiaan kami sebagai warga negara Indonesia. 21 tahun yang lalu kami meninggalkan negeri kami Timor- Timur, meninggalkan segala sesuatu, tanah, rumah dan semua harta benda kami, kini kami tidak bisa kembali ke negeri kami Timor-Timur karena tuduhan pelanggaran HAM berat dan berbagai tuduhan pelanggaran hukum yang di tuduhkan kepada kami.

Adapun usul kami Pejuang Timor-Timur kepada Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia berupa;

  1. Memberikan bantuan kompensasi kepada Pejuang dan korban politik Timor- Timur, tentang jumlah bantuan kompensasi kepada Pejuang Timor- Timur kami serahkan sepenuhnya kepada Pemerintah dan Negara Republik Indonesia sesuai dengan kemampuan keuangan negara.
  2. Memberikan suatu kemudahan khusus kepada Pejuang Timor-Timur yang telah memenuhi svarat untuk pengangkatan menjadi veteran.
  3. Untuk pemberian kompensasi kepada Pejuang Timor-Timur kami mengusulkan agar Pemerintalh (Kemenhan) terlebih dahulu mengadakan dialog dengan perwakilan Pejuang Timor-Timur guna merumuskan suatu format yang betul-betul dapat mengakomodir kepentingan dan nasib Pejuang Timor-Timur, seleksi administrasi mohon dilakukan oleh Kementerian Pertahanan bersama-sama dengan utusan atau perwakilan dari Pejuang Timor-Timur.
  4. Kami Pejuang Timor-Timur menobatkan dan mengangkat saudara Hercules Do Rosario Marchal sebagai ketua dan saudara Yulius Naisama, SE sebagai sekretaris untuk semua urusan nasib Pejuang Timor-Timur di jakarta, sedangkan untuk urusan nasib Pejuang Timor-Timur sepuluh Kabupaten eks Timor-Timur di Kabupaten Belu, Kabupaten TTU dan Kabupaten Malaka akan di bentuk sebuah sekretariat bersama terdiri dari sepuluh orang masing-masing
    satu orang mewakili sepuluh kabupaten.
  5. Menyangkut urusan pemberian bantuan kompensi kami mohon di tangani langsung oleh Kementerian Pertahanan dengan melibatkan perwakilan Pejuang Timor-Timur.
  6. Melalui surat ini kami lampirkan juga piagam penghargaan semangat bela negara sebagai Pejuang Timor-Timur, sertifikat kejuangan perlawanan wilayah Wanra tahun 1995 dan sertifikat pelatihan sebagai anggota gadapaksi dan daftar pelanggaran HAM berat 401 orang sebagai pelanggaran HAM berat di Timor-Timur tahun 1999.

Demikian usul pejuang Timor-Timur untuk mendapatkan kompensasi dan kemudahan khusus untuk pengangkatan sebagai veteran pejuang Timor-Timur ini disampaikan kehadapan Bapak untuk dapat dipertimbangkan, diperhatikan dan penyelesaiannya. Atas perhatian bapak dihaturkan terima kasih. (Ronny).

Facebook Comments