Sunday, February 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jumlah Pasien Sembuh di Bali Capai 204 Orang dari Total Pasien Positif 311 Orang

DENPASAR, Theeast.co.id – Pemerintah Provinsi Bali, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, menyampaikan perkembangan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali. Hingga sore hari ini, Minggu (10/5), jumlah kumulatif pasien positif 311 orang atau bertambah 5 orang WNI, terdiri dari 4 orang pekerja migran Indonesia (PMI) dan 1 orang Transmisi Lokal. Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 204 orang atau bertambah 7 orang WNI, terdiri dari 2 orang PMI dan 5 orang Non PMI. Jumlah pasien yang meninggal sejumlah 4 orang. “Jumlah pasien positif dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 103 orang yang berada di 10 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas dan Gedung BPK Pering Denpasar,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Bali Dewa Made Indra.

Menurutnya, jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case. Untuk transmisi lokal sejumlah 118 Orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Mengingat transmisi lokal COVID-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, maka diminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin semua, dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. “Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran COVID-19 pasti bisa kita hentikan,” ujarnya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, diminta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yg pernah kontak dekat dengan orang yang positif COVID-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi COVID-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain.(axelle dae).

Popular Articles