ATAMBUA, Theeast.co.id – Pihak Penyidik Kepolisian Resort Belu masih terus mengumpulkan keterangan terkait kasus dugaan pengrusakan rumah yang dilakukan oleh Ketua DPRD Belu Jeremias Manek Seran JR.
Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Belu AKBP Clifry Lapian melalui Kasat Reskrim Polres Belu AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar saat ditemui awak media ini, Senin (18/05/2020).
Dirinya menegaskan bahwa terkait laporan pengrusakan, otomatis akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada.
“Nanti usai melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan bukti yang ada baru kita bisa menentukan langkah-langkah berikutnya dalam tahap penyidikan dan sebagainya. Yang jelas kita masih mengumpulkan keterangan,” pungkas Kasat Sepuh Siregar.
Diungkapkan juga oleh Kasat Reskrim Polres Belu bahwa selain laporan dugaan pengrusakan rumah dari Ibu Wati Lopes, ada juga laporan dari Ketua DPRD Belu Jeremias Manek Seran terkait dugaan penganiayaan terhadap dirinya saat pergi ke rumah Mantan Istrinya Wati Lopes, Jumat (15/05/2020).
“Dua-duanya ada menyampaikan laporan baik dari pak Ketua DPRD maupun dari ibu Wati Lopes dengan versi masing-masing dengan kejadian masing-masing yang dilaporkan,” pinta Sepuh Siregar.
Karena itu, dirinya menegaskan bahwa adanya laporan kejadian maka akan ditindaklanjuti dengan pengumpulan bahan keterangan baik dari saksi maupun bukti-bukti yang ada.
Sebelumnya diberitakan diduga Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Junior menyerang rumah orang tua dari mantan istrinya, Maria Meliana Wati Lopes pada, Jumat sore (15/05/2020).
Menurut keterangan adik korban, Frido Lopes, Ketua DPRD Belu datang dengan kendaraan dinas ke rumahnya sekitar pukul 17.00 Wita dalam keadaan mabuk. Sesampai di rumah korban, Ketua DPRD Belu langsung mematikan meteran lampu rumah, lalu pergi.
Hal ini memancing amarah keluarga korban. Namun, belum sempat melampiaskan kemarahannya, pria yang akrab disapa Manek Junior itu sudah pergi. Pihak keluarga pun langsung menghubungi beberapa anggota polisi untuk datang ke rumah.
Sekitar 20 menit kemudian, Manek Junior kembali mendatangi rumah mantan istrinya dan langsung mematikan lagi meteran lampu rumah. Manek pun langsung berjalan masuk rumah. Saat itu, Wati Lopes sedang menyapu rumah. Melihat kedatangan Manek Junior, Wati pun langsung ketakutan dan memanggil adiknya, Frido. Saat itu, Frido sedang berada di samping rumah. Frido pun langsung mendatangi kakaknya dengan membawa sebuah parang.
Melihat kedatangan Frido, Manek Junior langsung berusaha untuk pulang. Frido langsung bertanya, “Lu datang saya punya rumah untuk apa? Lu kenapa kasih mati kami pun meteran lampu rumah?”
Menurut Frido, saat itu Manek Junior mengatakan bahwa dia datang untuk mengambil motor anaknya.
Frido pun lantas langsung membantahnya, “Kalau lu (kau, red) mau ambil motor, ambil saja, kenapa (mengapa, red) harus kasih mati meteran?”
Karena mendengar ada pertengkaran, salah seorang saudara Wati mendatangi mereka dan langsung merampas parang yang dipegang Frido. Manek Junior dengan brutal memecahkan beberapa kaca rumah. Perkelahian hampir tak dapat terhindarkan, hanya saja pihak keamanan yang sudah berada di lokasi langsung berusaha meleraikan keduanya dan menyuruh Manek Junior untuk pulang.
Wati dan Frido pun segera menghubungi sanak keluarga di sekitar rumah dan melaporkan kejadian yang mereka alami. Beberapa saat berselang, rumah mereka sudah dipenuhi sanak keluarga dan tetangga terdekat.
Sekitar 20 menit berselang, Politisi dari Partai Demokrat ini kembali mendatangi rumah mantan istrinya dengan membawa sanak keluarganya ikut bersamanya. Pertengkaran mulut pun tak dapat terhindarkan. Telapak tangan Manek Junior terluka.
Manek Junior pun langsung mendatangi SPKT Polres Belu untuk melaporkan hal tersebut. Saat yang bersamaan, Wati Lopes bersama keluarga pun mendatangi Polres Belu untuk melaporkan petaka yang mereka alami.
Manek Junior kepada media ini menuturkan bahwa dirinya mendatangi rumah mantan istrinya untuk memberikan uang sebesar 10 Juta Rupiah. Akan tetapi, niat baiknya itu dibalas dengan penyerangan dari Frido.
“Adik… saya tadi mau antar uang 10 juta, tapi saya malah diserang. Saya ditikam ini,” demikian jelas Manek Junior sembari menunjukkan telapak tangannya yang terluka.
Pihak Kepolisian pun saat itu langsung meminta Manek Junior untuk melakukan Visum di RSUD Atambua. Usai mengambil visum, Manek Junior langsung kembali ke Polres belu untuk diambil keterangan lebih lanjut.
Setelah diambil keterangan, giliran Mantan Istrinya yang kembali melaporkan Ketua DPRD ke Polres Belu terkait pengrusakan rumah. (Ronny).


