Sunday, March 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Yayasan Pijar Timur Indonesia Bersinergi Beri Pelatihan Pembuatan Masker Bagi Penyandang Disabilitas di Batas RI-RDTL

ATAMBUA, Theeast co.id – Yayasan Pijar Timur Indonesia bersinergi dengan Yayasan Plan Internasional, Pemerintah Kabupaten Belu dan Malaka serta SMK Kusuma Atambua memberikan pelatihan pembuatan masker kain bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Pelatihan pembuatan masker ini juga sangat erat hubungannya dengan situasi pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia.

Pelatihan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Belu dan Malaka tersebut dilakukan selama 2 hari dari kemarin (19/05) sampai hari ini (20/05) di Gedung SMK Kusuma Atambua.

Gregorius Leu Ape selaku program koordinator Kabupaten Belu Yayasan Pijar Timur Indonesia saat ditemui awak media ini di tempat pelatihan mengucapkan terima kasih kepada Plan Internasional yang selalu mensupport pihaknya dan juga kerjasama dari Pemerintah Kabupaten Belu dan Malaka serta Pihak sekolah SMK Kusuma Atambua, Rabu (20/05/2020).

Dirinya mengatakan bahwa tujuan dari pelatihan tersebut agar bisa membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Belu dan Malaka terutama kebutuhan masker kain dalam menghadapi pandemi Covid-19 di tengah masyarakat.

Karena sedang menghadapi situasi Covid-19, Yayasan ini hanya memberikan pelatihan kepada 10 orang penyandang disabilitas dengan masing-masing kabupaten mengirimkan 5 orang sehingga menghindari pengumpulan massa.

Dijelaskan bahwa dengan adanya Pandemi Covid-19 ini sangat terasa dampaknya bagi para penyandang disabilitas. Karenanya pihak yayasan Pijar Timur Indonesia berharap usai mendapatkan pelatihan tersebut bisa membuka peluang kerja baru bagi para penyandang disabilitas di Kabupaten Belu (Persatuan Penyandang Disabilitas Rai Belu) dan Malaka (Persatuan Penyandang Disabilitas Malaka).

“Tujuan dari kita memberikan pelatihan pembuatan masker kain bagi saudara-saudari kita dengan hadapi Pandemi Covid-19 ini bisa membuka peluang kerja bagi mereka dengan kualitas dan standar kesehatan dari Kemenkes serta dijual dengan harga pasaran,” pungkas pria yang akrab disapa Goris.

Dengan adanya pelatihan ini juga, para peserta pelatihan dari penyandang disabilitas sudah memperoleh pesanan masker sebanyak 900 masker.

“Kemarin kita coba posting dan ternyata mereka mendapatkan pesanan masker dari Belu 450 dan Malaka juga 450 Masker,” tandasnya.

Pihak Pijar Timur Indonesia ini menerangkan bahwa usai pelatihan tersebut, setiap peserta akan diberi hak membawa pulang 8 meter kain dan bahan pendukung lainnya dalam pembuatan masker kain untuk modal awal membuka peluang kerja.

“Semoga masyarakat yang membutuhkan masker juga bisa memberdayakan kinerja dari para penyandang disabilitas yang melakukan pembuatan masker ini,” pinta Goris.

Sementara itu Maria Yasinta Dau Atok (39) sebagai peserta sekaligus Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Malaka menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pijar Timur Indonesia serta semua pihak yang telah mendukung dalam pelatihan pembuatan masker kain tersebut.

“Saya sangat senang bisa diberi pelatihan membuat masker. Saya sangat berterima kasih kepada yayasan dan suster yang sudah membimbing kami dalam pembuatan masker,” tutur Yasinta.

Dirinya juga menegaskan bahwa usai pelatihan ini mereka akan pulang kembali ke Malaka dan membagi pengalaman dengan sesama penyandang disabilitas yang tidak sempat mengikuti pelatihan pembuatan masker kain sehingga bisa sama-sama meningkatkan pendapatan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19.

Senada dengan itu Samuel Oktovianus Bili Ngongo (39) juga sebagai peserta dan menjabat sebagai Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Rai Belu juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Pijar Timur Indonesia dan Yayasan Plan Internasional serta para suster di SMK Kusuma Atambua yang bersedia memberikan pelatihan pembuatan masker kain tersebut.

Dirinya pun mengumbar bahwa bagi mereka para penyandang disabilitas, Kedua Yayasan tersebut sudah menjadi orang tua angkatnya mereka dengan selalu memberikan perhatian khusus sehingga kami tidak dilihat sebelah mata oleh masyarakat dengan memberikan motivasi asah kemampuan dari kondisi unik yang dimiliki para penyandang disabilitas.

“Terimakasih Yayasan Pijar Timur Indonesia dan Yayasan Plan Internasional yang sudah memberikan pelatihan ini. Mereka dari awal sangat mensupport. Kami sangat senang. Ini bisa membuka peluang kerja dan mengasah kemampuan kami,” kata Samuel Ngongo. (Ronny).

Popular Articles