DENPASAR, Theeast.co.id – Warga di satu gang di Kota Denpasar akhirnya diisolasi total. Mereka berasal dari Gang Tegal Wangi, Banjar Tegal Latang, Desa Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. Kepala Desa Padangsambian Kelod I Gede Wijaya Saputra saat dikonfirmasi, Rabu pagi (27/5) mengatakan, keputusan untuk mengisolasi warga di Gang Tegal Wangi terpaksa harus dilakukan karena berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat satu warga dalam gang tersebut terdapat satu orang positif. “Ada satu orang dalam sebuah keluarga yang kos-kosan di alamat ini ternyata positif. Wilayah ini sangat padat, ada 30 kepala keluarga, semuanya berdempetan, dengan jarak yang cukup rapat. Sudah pasti mereka selalu berkontak tiap hari. Potensi menular sangat tinggi. Maka kami putuskan untuk mengisolasi warga di satu gang yakni Gang Tegal Wangi. Tujuannya untuk meminimalisir penularan Covid19 kepada warga lainnya,” ujarnya.
Menurut Wijaya, keputusan untuk mengisolasi satu gang sudah melalui pertimbangan yang matang. Setelah melalui rapat dan berkonsultasi dengan pihak berwenang maka Desa Padangsambian Kelod mengeluarkan surat resmi untuk menutup warga dalam satu gang tersebut baik akses keluar maupaun masuk untuk memutus rantai penularan yang ada. Surat tertanggal 24 Mei 2020 berisikan beberapa point permakluman baik bagi seluruh warga desa maupun khusus kepada warga Gang Tegal Wangi Banjar Tegal Lantang Kelod agar tidak masuk dan keluar. Isolasi dimulai tanggal 25 Mei 2020 hingga 14 hari ke depan yakni sampai tanggal 8 Juni 2020. Artinya selama dua Minggu ke depan, akses keluar masuk gang tertutup untuk umum. Penghuni gang tidak boleh keluar dan sebaliknya penduduk luar tidak boleh masuk ke areal Gang Tegal Wangi. Bahkan, diinstruksikan jika seluruh penghuni gang tidak boleh berinteraksi satu sama lain dan hanya boleh beraktifitas dalam rumah. Semua penghuni wajib mengenakan masker sekalipun berada dalam rumah.
Menurut Wijaya, untuk kebutuhan hidup sehari hari bagi warga, saat ini Desa Padangsambian Kelod sedang menghitung jumlah warga yang akan mendapatkan support makanan dan bahan pokok lainnya. Bukan hanya dari desa, tetapi juga mendapat bantuan dari Pemprov Bali, Pemkot Denpasar dan bantuan pihak ketiga lainnya. “Kami sedang hitung. Kami pastikan kalau hanya sekedar bahan makanan, tidak akan kekurangan. Asalkan jangan sampai menular ke warga yang lain,” ujarnya.(Axelle Dae).


