DENPASAR, Theeast.co.id – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Bali Dewa Made Indra tak henti-hentinya meminta masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dalam rangka memutus rantai penularan Covid19 di Bali. Hal ini disampaikan Dewa Indra saat mengupdate data kasus positif di Bali pertanggal 4 Juni 2020. Hingga saat ini jumlah kumulatif pasien positif 510 orang atau bertambah 20 org terdiri 1 orang WNA dan 19 orang WNI. Untuk yang WNI terdiri dari 2 orang pekerja migran (PMI) dan 17 orang transmisi lokal. Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 364 orang atau bertambah 15 orang WNI terdiri dari 4 orang PMI, 1 orang Imported Case (Indonesia) dan 10 orang transmisi lokal. Jumlah pasien yang meninggal sejumlah 5 orang. Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 141 orang yang berada di 8 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering)
Menurutnya, jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case. Untuk transmisi lokal komulatif sejumlah 236 orang. “Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” ujarnya.
Mengingat transmisi lokal COVID-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, maka diminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran COVID-19 pasti bisa kita hentikan.
Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yg pernah kontak dekat dengan orang yang positif COVID-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi COVID-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain.(AXelle Dae).


