Sunday, January 18, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

IT Omalor Sayangkan Kekisruhan di IKB Flobamora Bali

Denpasar,Theeast.co.id – Salah satu sesepuh dan juga Ketua Penasehat IKB Flobamora IT Omalor menyayangkan kekisruhan yang terjadi di Ikatan Keluarga Besar Flobamora Bali. Saat dikonfirmasi media ini di Denpasar, Rabu (10/6), mantan Ketua Flobamora tersebut meminta agar semua introspeksi.

“Saya sangat menyayangkan bisa terjadi seperti ini. Namun semua tidak ada yang sempurna di dunia ini. Sebagai orang tua saya minta semua pihak agar menahan diri. Ada yang mengeritik dan ada yang dikritik itu biasa. Namun masing-masing pihak harus introspeksi diri. Yang harus dikedepankan adalah kebaikan bersama. Yang mengeritik mungkin juga ada benarnya, tapi mungkin juga ada salahnya. Yang dikeroyok mungkin juga ada benar, mungkin juga ada salahnya. Ini semua anak-anak saya. Keluarga besar itu biasalah, ada yang baik, ada yang belum baik. Intinya semua harus bekerja dan melayani,” ujarnya.

Saat ditanya tentang sejumlah pihak yang mempertanyakan legalitas kepengurusan IKB Flobamora Bali, purnawirawan TNI ini mengatakan, jika dirinya bukan ahli hukum dan seterusnya. Soal legal dan tidak legal bisa diperbaiki. Siapa pun pasti ada kekurangannya dan kelemahannya. Kalau dianggap pada masa kepemimpinan yang sekarang ini dikatakan ilegal maka ini menjadi tanggungjawab bersama untuk memperbaikinya.

Karena itu sebagai Ketua Penasehat dalam beberapa hari ini akan berkoordinasi dengan penasehat yang lainnya untuk segera memanggil pengurus saat ini untuk membicarakan pelaksanaan RTA guna pemilihan Ketua IKB Flobamora baru berdasarkan AD/ART. “Toh rapat dengan memperhatikan jaga jarak juga diizinkan oleh pemerintah, asalkan kita memperhatikan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh. Sebagai orang tua saya minta anak-anak saya asal Flobamora tidak boleh berkelahi, ingat masa Pandemi ini belum berakhir,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah ketua unit mempersoalkan kebasahan dan legalitas kepengurusan IKB Flobamora Bali dibawa kepemimpinan Yusdi Diaz. Dikatakan, masa kepemimpinan IKB Flobamora saat ini sudah berakhir sejak Februari 2020. Namun karena alasan social distancing untuk mencegah penularan Covid19, maka Rapat Tertinggi Anggota (RTA) tidak bisa dilaksanakan sehingga tidak bisa dilakukan pemilihan kepengurusan yang baru.

Namun sejumlah pihak mempersoalkan legalitas kepengurusan tersebut karena akan berdampak hukum bila tidak dilakukan pemilihan kepengurusan yang baru tanpa melalui RTA. Hal ini berkaitan juga dengan sejumlah bantuan kemanusiaan yang digelontorkan ke IKB Flobamora. Bagaimana IKB Flobamora kemudian mempertanggungjawabkannya ketika kepengurusannya bermasalah?

Sebelumnya juga Sekretaris Umum, Fredrik Billy menjelaskan bahwa Kepengurusan IKB Flobamora periode 2017 – 2020 sudah berakhir. Sebelum berakhirnya masa jabatan kepengurusan, Fredrik mengatakan bahwa sudah ada komunikasi dengan para ketua unit untuk melaksanakan RTA.

“Pada Bulan Maret saya sudah infokan kepada semua unit anggota bahwa 5 April 2020 akan dilaksanakan Rapat Tertinggi Anggota (RTA) namun terkendala pandemi covid19, jadi mengikuti aturan dari pemerintah,” terang Fredrik Billy.

Fredrik juga menyertakan sejumlah sreenshoot wa yang mengkonfirmasi bahwa sejumlah Ketua – ketua unit menghendaki agar pertemuan dengan agenda pemilihan Ketua IKB Flobamora ditunda.

Jadi menurut Fredy Billy, secara organisasi masih sah berjalan sampai dengan RTA nanti sebagaimana usulan dan mandat dari anggota agar RTA ditunda. “Banyak organisasi yang sama seperti ini, kok biasa saja,” tegasnya.

Sementara pendapat berbeda juga disampaikan Praktisi Hukum Dr. Simon Nahak sebelumnya. Ia memberi masukan, jika situasi saat ini force majeure karena musibah covid19, pengurus tetap bisa menjalankan mekanisme pemilihan secara online lewat zoom. Di era digital ini semua serba mungkin. Cuman adakah kemauan dan niat baik untuk melaksanakannya atau tidak. Minimal rapat pengurus inti, kemudian pengurus inti rapat besar bersama unit-unit, kemudian buat berita acara, berdasarkan rapat pengurus inti dan unit untuk menetapkan langkah selanjutnya agar roda organisasi tetap jalan tanpa mengangkangi AD/ART. *CV

Popular Articles