ATAMBUA, Theeast.co.id – Permasalahan pandemi Covid-19 di Negara Kesatuan Republik Indonesia ditargetkan akan terselesaikan paling cepat pertengahan atau akhir tahun 2022.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam kunjungan kerja di Kabupaten Belu, Kamis (18/06/2020).
Dijelaskan bahwa sampai hari ini (18/06) tidak ada satupun ahli baik dalam maupun luar negeri yang meyakinkan bahwa 2021 itu akan selesai masalah covid-19.
“Sampai hari ini tidak ada satu pun ahli baik dalam negeri maupun luar negeri yang meyakinkan bahwa itu akan selesai. Dan kalaupun selesai, skenarionya adalah vaksinnya yang harus ketemu,” ujar Mendagri Tito.
Para ahli pun telah menyatakan bahwa vaksin covid ini paling cepat akan ditemukan pada pertengahan tahun 2021 ini.
Permasalahannya, Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang manusia tanpa memandang umur. Oleh karena itu vaksinnya pun harus dilakukan terhadap semua umat manusia.
Tipe strain virus Corona di Indonesia pun berbeda-beda dengan beberapa negara lain. Karenanya Indonesia harus menemukan vaksinnya sendiri.
“Nah oleh karena itu kalau seandainya Indonesia sendiri membutuhkan vaksin untuk 270 juta penduduk, Menko Ekonomi, Pak Airlangga menyampaikan paling tidak 170 juta penduduk Indonesia harus di vaksin. Kalau satu orang 2 ampul berarti perlu 340 juta vaksin. Bisa dibayangkan produksinya, distribusinya, vaksinasinya perlu berapa lama?” jelas Mantan Kapolri itu.
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa apabila skenario penemuan vaksin tercepat pertengahan tahun ini maka permasalahan coronavirus akan terselesaikan pada pertengahan atau akhir 2022.
“Skenarionya kalau vaksin ditemukan paling cepat pertengahan 2021, artinya paling cepat pertengahan atau akhir 2022 baru masalah covid ini selesai,” pintanya. (Ronny).


