Monday, March 9, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pena NTT – Bali Bentuk Tim Transisi

DENPASAR, Theeast.co.id – Pengurus Perhimpunan Jurnalis Nusa Tenggara Timur (PENA NTT) – Bali membentuk tim transisi, pada Sabtu (20/6/2020) siang. Pembentukan tim transisi yang berlangsung di Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali itu dilaksanakan menyusul berakhirnya masa kepengurusa lama PENA NTT periode 2017-2020.

Dalam rapat pembentukan tim transisi yang diawali dengan evaluasi kegiatan selama tiga tahun tersebut terpilihlah tiga orang yakni Yulius Benyamin Seran, Emanuel Dewata Oja dan Erik Seran.

Setelah terpilih ketiganya diberi mandat untuk menjalankan roda organisasi yang sebelumnya dipimpin oleh Emanuel Dewata Oja sebagai Ketua, Apolonaris Daton sebagai Sekretaris dan Jo Mangol sebagai Bendahara.

Tim transisi ini dipercaya untuk melakukan dua pekerjaan besar. Pertama, membuat aturan atau tata tertib dalam organisasi. Tujuannya agar pengurus maupun anggota bisa menjalankan fungsi sebagaimana aturan main organisasi sesungguhnya. Sementara tugas kedua adalah merancang tata cara pemilihan kepengursan baru periode 2020-2023.

“Seperti lazimnya organisasi tentu ada pergantian pengurus. Tujuannya untuk penyegaran kepengurusan, juga kaderisasi serta agar demokrasi bisa berjalan. Tidak terus dipegang oleh satu orang, apalagi membenarkan tindakan melanggengkan kepengurusan meski masa bhakti sudah selesai dengan berkedok dibalik kondisi pandemi covid19 dan aksi kemanusiaan. Itu jauh dari eksistensi PENA NTT,” tegas Emanuel Dewata Oja yang juga akrab disapa Edo.

Lanjut Edo, bila nanti terpilih kembali silahkan yang penting melalui proses yang demokratis. PENA NTT adalah organisasi profesi para jurnalis yang sangat mengedepankan sisi intelektualitas dan etika. Karena itu PENA NTT tidak mau terjebak pada figur, saatnya ganti ya ganti.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Pieter Sahertian dan Umar Ibnu Alkhatab sebagai penasihat PENA NTT, Edo berharap agar ke depan PENA NTT terus tumbuh menjadi sebuah organisasi yang berguna bagi masyarakat banyak. Menurutnya usia tiga tahun dari PENA NTT sudah cukup dijadikan dasar evaluasi sehingga ke depan dapat melakukan langkah-langkah besar demi kemajuan organisasi ini.

Sementara itu Ketua Tim Transisi terpilih, Yulius Benyamin Seran, yang juga pengacara muda asal NTT menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepadanya dan tim. Ia berharap kerja sama dan masukan dari semua anggota agar tatib yang dirancang nantinya dapat diterima dengan baik.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan dari teman-teman semua memilih kami sebagai perancang tatib ini. Dalam sebuah organisasi aturan atau tata tertib itu sangat penting, karena ini menyangkut banyak hal. Baik secara internal maupun secara eksternal,” tandas pria bersahaja yang akrab disapa Elan ini.(CV/*).

Popular Articles