Koster: Kasus Positif Meningkat di Bali karena Petugas Giat Mencari

Koster: Kasus Positif Meningkat di Bali karena Petugas Giat Mencari/theeast.co.id

Koster: Kasus Positif Meningkat di Bali karena Petugas Giat Mencari/theeast.co.id

DENPASAR, The East Indonesia – Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, tingginya kasus positif di Bali dalam beberapa pekan terakhir disebabkan pemerintah dan Gugus Tugas melalui tim surveilance yang aktif mencari pasien. Kasus positif terbanyak berasal dari orang tanpa gejala (OTG). Ia menyebut ada beberapa titik yang menjadi sumber tingginya kasus positif di Bali seperti di beberapa pasar tradisional. Kasus yang paling menonjol adalah Pasar Badung, Pasar Kumbasari, Pasar Galiran Klungkung. “Jadi kasus positif semakin meningkat di Bali karena pemerintah aktif mencari, terutama yang berasal dari OTG, yang selama ini menyebar di pasar-pasar tradisional di Bali,” ujarnya di Denpasar, Senin (29/6).

Koster menyebut beberapa contoh kasus yang ditracing di Bali. Pertama, kasus transmisi lokal yang berasal dari OTG. Saat ditracing ternyata seperti kemarin, dari 45 kasus positif, sebanyak 36 orang dari OTG. Sementara yang 9 orangnya berasal pasien dalam pemantauan (PDP). Kemudian sehari sebelumnya, dari 106 orang positif, hanya 6 orang PDP dan 100 orang lainnya dari OTG. Orangnya kelihatan sehat, tetapi positif. Makanya setelah ditracing, semuanya harus dikarantina karena bersentuhan dengan orang yang OTG dan diketahui positif yang sudah disiapkan. Lalu diswab, kalau negatif akan dipulangkan. Saat ini yang dirawat, totalnya 630 orang. Namun dari jumlah tersebut, ada 370 orang yang dikarantina atau dirawat di tempat karantina. Sisanya baru dirawat di rumah sakit.

Menurut Koster, kasus tinggi itu karena petugas aktif mencari. Wilayah-wilayah yang menjadi episentrum diwajibkan rapid test dan kebijakan karantina. Mereka diwajibkan rapid test dan bila diketahui reaktif maka diwajibkan swab. Di Pasar Kumbasari, Pasar Badung, kebanyakan dari OTG. Pedagangnya berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, hampir di seluruh desa di Denpasar sudah ada banyak kasus positif. “Saya perintahkan untuk aktif mencari. Semua pasar yang menjadi episentrum, harus dirapid test. Seperti di Pasar Galiran, ada lebih dari 1700 lebih yang dirapid test dan hanya 30-an orang yang reaktif dan akan dilanjutkan dengan swab dan hasilnya positif. Di Denpasar ada 170 yang diswab dan hasilnya hanya 30 orang yang positif. “Kita tinggal cari orang yang pernah berkontak dengan orang yang positif, cek, kalau ketemu dikarantina dan dirawat. Setelah itu selesailah,” ujarnya.(Axelle Dae).

Facebook Comments