Sunday, February 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Ribuan Umat Hindu Demo Tolak Ajaran Hare Krisna Hadir di Bali

DENPASAR, The East Indonesia – Lebih dari 1000 umat Hindu Bali menggelar aksi damai di Lapangan Bajrasandi Renon Denpasar, Senin (3/8/2020). Mereka berasal dari kelompok dan organisasi masyarakat Hindu di Bali yang tergabung dalam Forum Taksi Bali. Aksi yang sesungguhnya digelar di GOR Lila Bhuana Ngurah Rai kemudian dipindahkan ke depan Monumen Bajrasandi Renon Denpasar sesuai dengan masukan baik dari kalangan masyarakat, anggota dan pemerintah terutama dari segi keamanan, kenyamanan, kesehatan dan juga petunjuk niskala.

Aksi damai ini diwarnai dengan parade seni budaya seperti Calon Arang dengan 30 watangan, Jogeg Bumbung, Bondres, Fragmen Tari, Ngurek, Bleganjur dan Angklung. Beberapa tokoh, cendikiawan Hindu juga menyampaikan orasi ilmiah yang menjelaskan ajaran Hare Krisna (HK) di Bali.

Koordinator aksi I Putu Sutiawan menjelaskan, umat Hindu di Bali telah menelaah tentang ajaran HK, dimana mereka menganggap Krisna sebagai Tuhannya. Ini sangat bertentangan dengan ajaran Hindu yang sebenarnya. Setelah berkoordinasi dengan semua pihak maka Forum Taksi Bali sepakat untuk menolak ajaran HK di seluruh Bali.

Tuntutan kami ke PHDI tetap menolak ajaran Hare Krishna di Bali, Reformasi PHDI Bali, Meminta PHDI Bali untuk memohonkan kepada Kejaksaan Agung memberlakukan SK Jaksa Agung nomor 107/JA/5/1984 dengan menarik semua barang cetakan yang memuat ajaran Hare Krishna dan juga melarang seluruh kegiatan Hare Krishna di tanah Bali,” ujarnya.

Ia meminta agar PHDI segera mengeluarkan ajaran HK yang sudah dilarang oleh SK Kejakasaan Agung sejak tahun 1984 lalu namun hingga kini belum ada penegasan untuk menarik atau mengeluarkan ajaran HK.

“Kami menolak ajaran HK karena ini sangat bertentangan dengan Hindu Bali baik secara teologi, filsafat, tatwa, kemudian apalagi apalagi ritualnya sangat sangat berbeda. Dan selama 36 tahun kita sangat kaget karena ajaran HK masuk Kurikulum agama Hindu untuk SD. Jadi mereka memakai dasar Bhagawad Gita Prabhupada yang menjadikan Krisna sebagai Tuhan,” ujarnya. Forum Taksi Bali juga akan mendesak PHDI yang mendukung Hare Krisna untuk dibubarkan dan di sisi lain PHDI yang melarang HK akan diperkuat dan didukung.

Data sementara saat ini, jumlah penduduk Bali yang sudah tercemar ajaran Hare Krisna sudah mencapai 3% dari total pemeluk agama Hindu di Bali atau sekitar 100 ribu orang. Di Bali sendiri para pemeluk atau penganut HK sudah merasa besar. Mereka secara radikal berani menggelar upacara, ada ritual menari-nari dan menyanyi. Sudah banyak generasi muda Bali yang menganut ajaran HK karena masuk dalam kurikulum SD.

“Kita kuatirkan akan terjadi konflik horisontal secara masif di Bali,” ujarnya. Forum meminta kepada PHDI untuk mencabut pengayoman kepada HK. Bila perlu PHDI yang mendukung HK agar dibubarkan dan dibekukan. Forum juga meminta agar Kejaksaan Agung dalam melaksanakan keputusan yang belum bisa dieksekusi sampai sekarang. Juga diminta agar Kejaksaan Agung melarang berbagai kegiatan yang berhubungan dengan HK.(Axelle Dae).

Popular Articles