ATAMBUA, The East Indonesia – Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara sekaligus selaku panglima komando operasi Pamtas RI-RDTL bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider Khusus 744/SYB di Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Sabtu (08/08/2020).
Kunjungan ini dilakukan sehari setelah Yonif Raider Khusus 744/SYB menggantikan Yonif Raider 142/KJ sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur.
Dalam kunjungan ini Mayjen TNI Kurnia Dewantara sekaligus sebagai Panglima komando operasi Pamtas RI-RDTL tersebut didampingi oleh Danrem 161/WS Samuel Petrus Hehakaya, Asintel Kasdam IX/Udy, Kolonel Arh.I.Made Kusuma Dhyana Graha, Asops Kasdam IX/Udy, Kolonel Inf Rachmad Zulkarnaen, Aslog Kasdam IX/Udy, Kolonel Cpl. Simon Petrus Kamlasi dan Aster Kasdam IX/Udy, Kolonel Inf.I.Made Mahaparta.
Setibanya di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider Khusus 744/SYB, Pangdam IX/Udy diterima secara adat dan dikalungi tais adat Belu.
Selanjutnya Pangdam IX/Udayana langsung melakukan pengarahan kepada Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider Khusus 744/SYB bersama jajaran di Mako Satgas, Sabtu (08/08/2020).
Mayjen TNI Kurnia Dewantara, S.I.P pada pengarahannya menyampaikan beberapa pesan, salah satunya meminta agar dalam menjalankan tugas operasi sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, para prajurit menghindari pelanggaran dalam segala bentuk mengingat bahwa Yonif Raider Khusus 744/SYB merupakan pasukan organik dari Kodam IX/Udayana.
“Hindari pelanggaran sekecil apapun. Ingat kamu adalah Satgas Pamtas juga organik Kodam IX,” tandasnya.
Jendral bintang dua ini pun mengatakan bahwa kalau selama ini Satgas Yonif Raider 142/KJ dan Satgas Yonif 132/Bima Sakti sudah sedemikian bagus dengan tidak memiliki pelanggaran maka sebagai satuan organik harus lebih baik lagi.
“Sekarang kamu di Sektor Timur dan di Sektor Barat Yon Armed 3. Harusnya moril lebih tinggi kamu dibandingkan dengan mereka. Kamu menjaga rumah sendiri. Masa kita yang jaga rumah sendiri, malah banyak pelanggaran,” pungkas Mayjen TNI Kurnia.
Ditambah Panglima Kodam IX/Udayana bila terdapat pelanggaran oleh Satgas Yonif Raider Khusus 744/SYB maka malunya akan berlipat.
“Bila diantara kamu ada yang melanggar, kan di atas itu gimana. Itu 744 katanya Raider kemudian organik Kodam IX. Ehh malah pelanggaran toh. Kan malu kita. Malunya saya juga dua kali sebagai Pangkaops dan sebagai Pangdam. Saya minta ini kalian pahami, ke teman-teman mu juga disampaikan,” pinta Mayjen TNI Kurnia Dewantara.
Sebagai Satuan organik, Pangdam IX/ Udayana juga menerangkan bahwa
kerawanan yang dimiliki juga adalah jangan sampai nanti bolak-balik ke homebase kemudian ada kecelakaan atau permasalahan yang terjadi diluar perkiraan.
“Hati-hati biasanya malah yang dekat home base itu yang rawan,” ujarnya.
Karena itu Pangdam IX/Udayana ini meminta agar Satgas Yonif Raider Khusus 744/SYB harus menjalankan tugas operasi dengan lebih maksimal.
“Harus lebih maksimal, harus lebih bagus loh. Ini rumah sendiri. Kalau ada genteng bocor itu cepat betulin. Harusnya punya rumah sendiri yang lebih peduli,” pinta Kurnia Dewantara.
Sebagai Pangdam sekaligus Pangkaops Pamtas RI-RDTL, Mayjen TNI Kurnia juga mengharapkan agar Yonif Raider Khusus 744/SYB yang melakukan tugas operasi di Sektor Timur berangkat dan selesai tugas operasi pun dengan jumlah personil yang sama.
“Saya minta tidak boleh lengah dengan kewaspadaan, kesiapsiagaan dan jalan sesuai prosedur. Jangan merasa karena organik disini, ah sudah nggak apa-apalah. Ehh malah ada masalahaya,” katanya.
Mengingat saat ini dalam masa pandemi covid-19, Pangdam IX/Udayana meminta agar para prajurit tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak dan jaga kesehatan badan.
“Saya mendoakanmu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kalian benar-benar diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan untuk bisa melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Mayjen TNI Kurnia Dewantara dalam pengarahannya. (Ronny).


