Monday, January 19, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kajati Yulianto Kunjungi Kejari Belu. Ini Agendanya!

ATAMBUA, The East Indonesia – Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Dr Yulianto, S.H.,M.H didampingi Ketua ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah NTT, Yessi Yulianto melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Belu dan supervisi di Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Belu.

Kunjungan ini dilaksanakan pada Rabu (02/09/2020) di Kantor Kejaksaan Negeri Belu dan dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Belu Alfonsius Gebhard Loe Mau, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran bersama Opd lingkup Pemkab Malaka, Wakil Bupati Belu Drs.JT Ose Luan, Ketua DPRD Belu Jeremias Manek Seran JR, Dandim 1605/Belu Letkol Inf.Wiji Untoro, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider khusus 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian, Wakapolres Belu Kompol Herman Bessie dan perwakilan Kepala Pengadilan Negeri Atambua.

Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Yulianto saat diwawancarai awak media ini menjelaskan kunjungan kerja ini sudah dirinya agendakan baik di daratan Timor maupun lainnya. Dengan tujuannya mengetahui sejauh mana program-programnya yang sudah ditetapkan telah dilakukan sehingga bisa evaluasi kinerja.

“Kami ingin tahu apa yang sudah dilaksanakan oleh para Kajari ini. Program- programnya yang sudah ditetapkan dijalankan atau tidak. Ini kita evaluasi kinerja,” pungkasnya.

Selain itu sebagai Kajati NTT, Yulianto ingin memberikan motivasi kepada para Kajari dan jajaran di seluruh wilayah tugasnya untuk dapat bekerja secara profesional dan integritas. “Ini kita sambil memberi support kepada mereka untuk bekerja secara profesional dan penuh integritas,” pintanya.

Dijelaskan program Kejaksaan itu ada bidang Intel, bidang Pidsus terkait dengan kasus Korupsi, bidang datun terkait berapa SKK dan MOU-nya serta Pidum ada berapa perkara yang ditangani, berapa yang sudah putus atau masih di penuntutan. Dirinya pun ingin mengetahui hubungan sinergitas antara Kejaksaan dan pihak Kepolisian dan forkopimda dikarenakan dalam penegakan hukum tidak bisa diselesaikan dengan sendirian.

“Saya juga ingin memastikan langsung dengan penilaian yang diberikan dari asisten saya apakah sesuai atau tidak,” tandas Kepala Kejaksaaan NTT. (Ronny).

Popular Articles