Saturday, January 31, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Nelayan Atapupu Temukan Excavator Bantuan KKP RI Rusak di AMP

ATAMBUA, The East Indonesia – Umat Paroki Stella Maris Atapupu – Keuskupan Atambua Kabupaten Belu berprofesi sebagai kelompok nelayan menyaksikan langsung alat berat excavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2016, berada dalam keadaan rusak parah di Asphalt Mixing Plant (AMP) Lelowai, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Kamis (03/09/2020).

Bantuan tersebut diberikan atas pengajuan proposal oleh pihak Paroki Stella Maris Atapupu dan diterima Pemerintah Daerah (Dinas Kelautan dan Perikanan) yang hingga saat ini belum sempat diserah terimakan kepada kelompok nelayan Atapupu.

Excavator bantuan KKP ditemukan dalam kondisi rusak di AMP, diduga milik Willybrodus Lay yang saat ini menjabat sebagai Bupati Belu.

Pantauan awak media ini, sekitar belasan orang perwakilan kelompok nelayan di Atapupu langsung menyaksikan excavator di lokasi tersebut. Tidak hanya itu, mereka juga berpose di samping excavator tersebut.

Tidak sendirian, anggota Komisi II DPRD kabupaten Belu turut menyaksikan langsung keberadaan excavator tersebut.

Excavator yang bermerek Komatsu ini pada bagian belakangnya berlambang dan bertuliskan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tahun 2016.

Alat berat senilai miliaran rupiah tersebut didapati telah rusak dan beberapa bagian sudah berkarat.

Salah satu umat Paroki Atapupu, Frans Saik Lopez mengatakan, sebagai warga masyarakat Belu, mereka sangat menghargai Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dan sama sekali tidak mendiskreditkan Pemda Belu.

“Kami datang bukan tujuan politik hanya kebetulan pada situasi begini. Kami mau menegakkan harga diri dan Paroki kami yang telah dicabik-cabik oleh para penulis media sosial,” pungkasnya.

Dijelaskan, bahwa pada tahun 2016 mantan pastor paroki Stella Maris Atapupu, Alm. Romo Maximus Alo Bria, Pr telah mengingatkan, bahwa akan ada bantuan 1 excavator dari Pemerintah yang diberikan kepada kelompok nelayan bentukan Paroki Atapupu.

Dari kelompok itulah diserahkan proposal dan telah diberikan excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dimanfaatkan di wilayah pantai Atapupu.

“Namun dalam perkembangannya, tahu tow kami di kampung ini. Lihat barang ini tidak ada. Dan tidak ada penerimaan dari paroki. Kami usul di Romo Maxi untuk minta tapi almarhum katakan kita masih ada harga diri. Jangan minta karena orang tidak kasih. Jangan paksa diri,” tandas Frans Lopez.

Tahun 2018 ada pihak dari Dinas Perikanan pergi ke Paroki Stella Maris Atapupu untuk mengurus suatu urusan namun pihak umat Atapupu menolak.

“Kami sudah lupa barang itu. Hanya akhir-akhir ini postingan di grup Facebook dari akun Helio Caetanu Moniz yang telah menginjak-injak harga diri kami. Kamu su pake ini excavator baru tipu pernyataan dari almarhum lagi,” ujarnya.

Bahkan sampai tahun 2020, mereka tidak tahu kalau barang (excavator) yang diadakan atas proposal mereka itu sudah dalam keadaan rusak. (Ronny).

Popular Articles