ATAMBUA, The East Indonesia – Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Belu periode 2021-2024, dr. Agustinus Taolin dan Drs Aloysius Haleserens atau dikenal dengan nama paket Sehati resmi telah dideklarasikan.
Deklarasi pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Belu itu setelah mengantongi surat dukungan dari 5 partai pengusung masing-masing dari Partai Nasdem, Golkar, PKB, PKPI dan PKS.
Deklarasi paket sehati yang berlangsung di Gedung Graha Kirani Atambua, Sabtu (05/09/2020) dan dihadiri para petinggi 5 partai politik diatas dan ribuan masyarakat Belu. Dalam orasi politiknya, Paket Sehati yang diwakili Bakal Calon Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin kembali mengumandangkan visi dan misinya yang pro rakyat sebagai semangat dalam memimpin Rai Belu.
Dijelaskan bahwa visi paket Sehati adalah mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan masyarakat Belu yang berdaya saing.
Visi tersebut diwujudkan dalam misi-misi nya yaitu; Pertama, Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap program-program pembangunan berlandaskan nilai agama yang toleran berbudaya lokal. Kedua, Reformasi Birokrasi dalam pemerintahan yang bersih, efektif, akuntabel, berbasis teknologi informasi. Ketiga, meningkatkan pembangunan di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan indeks pembangunan manusia. Keempat, mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis pertanian, kelautan, pariwisata dan industri kreatif. Kelima, melakukan percepatan pembangunan desa dalam penguatan lembaga, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produk unggulan desa. “Kita akan membuat Desa unggulan di Kabupaten Belu ini yang pada akhirnya mengubah Kabupaten Belu menjadi kabupaten unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan akan menyumbangkan NTT menjadi unggulan di Indonesia,” tandas Agus Taolin.
Keenam, melestarikan ketersediaan infrastruktur jalan, tranportasi, perairan, pemukiman, prasarana lingkungan menuju aktivitas sosial kemasyarakatan. Ketujuh pokok kesadaran berperilaku masyarakat dengan jaga kelestarian lingkungan. “Ini adalah misi kami. Tetapi kami sadar bahwa waktu tidak banyak. Maka dari misi kami ini kami susun dalam 5 program unggulan,” pungkasnya.
Kelima program prioritas ini diantaranya; Pertama, pembangunan Sumber Daya Manusia di bidang kesehatan dan bidang pendidikan. “Kita akan membebaskan seluruh masyarakat Belu untuk mengakses pelayanan kesehatan dasar dan lanjutan,” pintanya.
dr. Ahli penyakit dalam ini menceritakan dalam sosialisasinya ke desa-desa dan banyak sekali masyarakat di desa yang tidak terlayani dengan baik. Obat-obatan di puskesmas sering tidak ada. Kualitas medis dan pelayanan perlu ditingkatkan di Kabupaten Belu.
“Oleh karena itu tekad kami bahwa masyarakat Belu harus mendapatkan akses pelayanan tanpa biaya selama kami memimpin. Jadi sekali lagi bukan hanya akses pelayanan menggunakan KTP secara gratis tetapi kualitas pun kami akan tingkatkan bersama dengan Kabupaten Malaka dan TTU menjadi satu kesatuan,” ujarnya disambut tepukan tangan yang meriah dari para pendukung dan masyarakat Belu yang hadir saat itu
Pada bidang Pendidikan, kualitas Sumber Daya Manusia, suka atau tidak suka masih rendah dengan tingkatkan pendidikan lulusan S2 dan S3 hanya 0,2% dan bisa menyebabkan nilai daya saing ikut rendah.
“Oleh karena itu kami hilang-hilang kemana? Hilang pergi ke sekolah bapak ibu sekalian. Kalau saya di Halilulik saja, saya hanya nama Agus Taolin saja. Kami hilang-hilang pergi ke sekolah dan pada saatnya kami kembali untuk bangun Belu tercinta,” tuturnya.
Dijanjikan pula untuk memberikan beasiswa bagi siswa-siswi, mahasiswa, ASN sampai ke jenjang pendidikan tertinggi.
Kedua, bidang ekonomi dan ketersediaan air bersih dimana bidang ekonomi akan memberdayakan usaha mikro, kecil, maupun menengah (UMKM).
“Khusus untuk para petani, yakinlah pada saat kami memimpin. Kami akan mengembalikan olah lahan gratis, penyediaan bibit dan pupuk,” imbuh Agus Taolin.
Mereka juga sangat prihatin dengan harga pasaran komoditas pertanian yang naik-turun seenaknya tanpa kehadiran Pemerintah.
“Pada saat kami memimpin akan mencari untuk itu sehingga harga komoditas pertanian tidak dipermainkan seenaknya oleh pasar,” kata dr. Agus.
Sementara terkait air bersih, Balon Bupati dari Paket Sehati ini mengatakan bahwa hari ini air bersih sangat sulit bahkan berdasarkan informasi bahkan air kotor masuk didalam pipa.
“Kita akan jamin setiap kelurahan/Desa memiliki sumber air dengan mencari dan melestarikan sumber-sumber yang ada bersama dengan masyarakat setempat,” katanya.
Keempat, terkait perumahan layak huni bagi masyarakat Kabupaten Belu.
Pihak sehati ini pun menjanjikan untuk menyediakan perumahan layak huni, listrik dan infrastruktur bagi masyarakat kabupaten Belu khususnya bagi warga “baru” yang belum memiliki tanah dan rumahnya sendiri.
“Kami hadir disini sudah mendengar keluhan bapak-ibu sekalian. Kami akan membicarakan itu dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat,” tegasnya.
Kelima, reformasi birokrasi, hukum dan HAM serta melestarikan budaya dan lingkungan.
“Kalau birokasi tidak tertata dengan baik maka kesejahteraan rakyat adalah taruhannya. Oleh karena itu begitu kami terpilih kita akan menata kembali birokrasi ini dan mengembalikan kenyamanan fungsi birokrasi ini untuk melayani masyarakat. Bukan hari ini orang sekolah lain, ditempatkan pada posisi lain. Ada orang mendapat SK dua, ada orang sudah dipilih, semua sudah selesai, menjelang akhir jabatan baru dilantik. Tidak ada keadilan, tidak ada keberpihakan.
Dirinya pun meyakinkan bersama Drs Aloysius Haleserens sebagai putra asli Belu memiliki jaringan adat yang sangat kuat sehingga akan dikembalikan peran adat dan fungsi lembaga adat untuk kelestarian lingkungan dan budaya di Kabupaten Belu.
“Salah satu kelemahan dalam pemerintahan yang saat ini kita lihat adalah tidak ada sinkronisasi dalam perencanaan dalam anggaran. Tidak ada kajian teknis dalam skala prioritas. Malam ini kita mimpi, besok kita bikin programnya. Selanjutnya tidak ada monitoring dan evaluasi,” pungkasnya.
Oleh karena itu, dirinya mengajak untuk bekerja dengan hati, sepenuh hati dan semua sehati untuk Belu tercinta.
“Hari ini kita catat. Kami bersedia mempertanggungjawabkan ini diakhir masa jabatan. Kalau gagal, tidak usah calon lagi, jangan kasih naik baliho lagi. Kita pamit secara baik-baik dengan pesta perpisahan,” tegasnya. (Ronny).


