Monday, January 12, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bupati Belu : Pada Saat Butuh Mereka Kenal Saya, Kita Baku Kenal

ATAMBUA, The East Indonesia – Tidak hanya mengatakan bahkan mengancam pihak Paroki Stella Maris Atapupu, Bupati Belu Willybrodus Lay juga menyampaikan pernyataan bahwa mereka pihak Paroki Atapupu hanya mengenal dirinya disaat membutuhkan. Hal ini disampaikan dalam sidang DPRD dengan agenda penyampaikan klarifikasi Bupati Belu kepada umat Paroki Atapupu di Ruang sidang utama DPRD Belu, Selasa (22/09/20200).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Belu, Jeremias Manek Seran Jr serta dihadiri seluruh anggota DPRD, Bupati Belu, Willybrodus Lay, Penjabat Sekda Belu dan beberapa pimpinan OPD terkait serta hadir juga umat paroki Atapupu dan Pastor Paroki Atapupu, Romo Yoris Giri, Pr serta masyarakat yang diduga juga telah menggunakan Excavator bantuan dari KKP.

Dalam sidang tersebut, Ketua I Dewan Keuangan Paroki (DKP) Stella Maris Atapupu, Jose Maya mewakili kelompok Paroki Stella Maris Atapupu mengatakan bahwa atas kuasa Tuhan akhirnya pada kali ketiga pihak Paroki Atapupu bisa bertemu dengan Bupati Belu Willybrodus Lay.

“Bapak Bupati hari ini kali yang ketiga kami berada di Gedung DPRD Belu untuk bertemu dengan Bapak ternyata Tuhan kabulkan permintaan kami. Namun sebelum saya mau sampaikan beberapa hal, hari ini Romo Maxi (alm) pasti bersama kami. Bapak Bupati ini bukan baru saja saya kenal. Beliau ketua dewan keuangan paroki katedral (Atambua) dan saya ketua dewan keuangan Paroki Atapupu. Sebelum beliau jadi Bupati kami sudah akrab, sudah baku kenal,” pungkasnya.

Hanya saja yang membuat pihak Paroki Atapupu menyesal karena Excavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, yang mana barangnya tidak pernah dilihat dan diterima, malah mereka jadi bahan fitnahan.

“Hanya Excavator ini, kami tidak terima, kami tidak lihat namun kami difitnah habis- habisan. Tolonglah kami mari luruskan persoalan ini sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku di bangsa ini,” ujar Jose Maya.

Mengutip pernyataan bahwa saling kenal, Bupati Belu lantas menyoroti hal tersebut secara khusus.

“Pak Jose juga mengatakan satu kalimat yang saya suka. Dia mengatakan pada jam 11.39, saya sangat mencintai Bupati Belu dan kami bukan baru pernah kenal dan ini sudah berulang-ulang kali. Ya memang mereka kenal saya pada saat,…ya mohon maaf kalau membutuhkan, mereka kenal saya,” pungkasnya.

Dijelaskan Willy Lay bahwa dirinya sudah terbuka Romo dengan mengatakan bahwa Excavator tersebut ada ditempatnya (AMP) dalam keadaan rusak.

“Saya rasa saya sudah saya sudah terbuka dengan Romo. Sya sudah mengatakan dengan Romo bahwa eksavator ada di tempat saya dalam keadaan rusak,” ujarnya.

Dirinya yang memilki AMP di daerah Lelowai, Kecamatan Tasifeto Barat tersebut hanya berniat membantu memperbaiki tanpa bermaksud lain.

“Datang di tempat saya, saya hanya untuk sekedar membantu memperbaiki saya tidak ada maksud. Kalau saya mau memiliki, ini Pastor tidak mengerti juga keberadaan ini eksavator. Ini yang lain tidak mengerti. Saya dengan dinas yang mengerti tapi kami tidak punya niat,” pinta Bupati Lay.

Selanjutnya Bupati Belu Willybrodus Lay kembali menyayangkan lagi pernyataan salah satu pihak Paroki Atapupu tersebut yang mengatakan bahwa mengenal dirinya namun mencari keadilan di DPRD Belu.

“Saya menyayangkan sekali hari ini tadi pak Jose omong bahwa datang 3 kali di sini baru bisa ketemu saya. Mereka tidak kenal saya jadi harus datang minta di mencari keadilan ini. Kalau kenal saya kita bicara. Pada saat butuh mereka kenal saya, kita baku kenal,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut terpaksa dikeluarkan oleh Bupati Belu Willybrodus Lay yang mana dimaksudkan agar bisa dimengerti.

“Ini mohon maaf saya bicara agak keras sehingga kita mengerti. Jangan sampai kalau kita tidak baku butuh, kita tidak baku kenal. Saya percaya ini lembaga gereja bahwa gereja tidak akan bohong kami umat ini maka exca ini saya putuskan untuk hibahkan ke Romo almarhum dan kebetulan nama proposal saja yang namanya Paroki tetapi desa di dalam – di dalam sini mencakup semua desa yang kita sebut kan yang eksavator pernah datang kerja bantu,” tutup Willy Lay.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Belu Willybrodus Lay menyoroti pernyataan Ketua I Dewan Keuangan Paroki (DKP) Stella Maris Atapupu, Jose Maya dan Ketua II DPP Paroki Stella Maris Atapupu, Franz Saik Lopez yang mengatakan bahwa kondisi keuangan kas Paroki tersebut pada tahun 2016 sebesar 1,2 ratusan miliar rupiah.

Hal ini berkaitan dengan ketidakpuasan dari pihak Paroki Stella Maris Atapupu dimana dikatakan bahwa tidak mempunyai kemampuan untuk membiayai Excavator milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

“Pak Frans, pak Jose. Dan ini menarik di sini, menarik, sangat menarik. Semoga Tuhan buka kita punya hati, mata hati. 2016 Pak Jose bilang begini mereka punya dana 1,2 miliar. Sebelum 2016 kita susah payah mencari uang uang untuk pembangunan Gereja. Siapa yang tidak jujur disini?” tandas Willy Lay dalam rapat dengan agenda penyampaikan klarifikasi Bupati Belu kepada umat Paroki Atapupu di Ruang sidang utama DPRD Belu, Selasa (22/09/20200).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Belu, Jeremias Manek Seran Jr serta dihadiri seluruh anggota DPRD, Bupati Belu, Willybrodus Lay, Penjabat Sekda Belu dan beberapa pimpinan OPD terkait serta hadir juga umat paroki Atapupu dan Pastor Paroki Atapupu, Romo Yoris Giri, Pr serta masyarakat yang diduga juga telah menggunakan Excavator bantuan dari KKP.

Bupati Belu, Willy Lay menjelaskan seharusnya pernyataan tersebut tidak ingin menyampaikan hal tersebut namun karena ingin pikiran bisa terbuka dan sebab pada pembangunan gereja dirinya juga terlibat didalamnya.

“Ini mohon maaf saya tidak ingin menyampaikan ini tetapi saya ingin supaya kita, pikiran kita menjadi terbuka. Kita harus menyampaikan dari hati karena pembangunan gereja saya juga terlibat di dalam, walaupun saya tidak panitia,” tegas Willy Lay.

Bahkan Bupati Belu Willy Lay mengancam akan menelpon kepada donatur-donatur yang ada di Jakarta bahwa mereka telah salah sumbang kepada gereja yang memiliki dana sekian banyak.

“Kalau kami tahu, saya akan telepon yang donatur- donatur di Jakarta itu, kita salah sumbang. Kan kita sumbang di gereja yang punya dana sekian banyak,” pungkas pria yang akan mencalonkan diri lagi sebagai Bupati Belu periode 2020-2024 ini. (Ronny)

Popular Articles