Tuesday, March 3, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Sampaikan Klarifikasi, AWK Bilang ini Soal Politik, Ada Provokatornya

DENPASAR, The East Indonesia – Anggota DPD RI Dapil Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) memberikan klarifikasi terkait tudingan terhadap dirinya. Saat ditemui di Kantor DPD Bali di Jl Cok Agung Tresna Denpasar, Jumat siang (30/10), Ia mengatakan, ada dua isu yang perlu diklarifikasi agar semuanya jelas dan terang.

Pertama, soal pernyataan seks bebas di kalangan anak muda Bali asalkan menggunakan kondom saat berada di sebuah SMA di Tabanan. Kedua, soal penistaan agama dari Nusa Penida yakni di Pura Ped dan soal tudingan terhadap dirinya yang terlibat atau mendukung aliran Hare Krisnha yang saat ini masih kontroversi di Bali. Bahkan  semua desa adat di Bali melarang seluruh aktifitas Hare Krisnha di wilayah desa adat di Bali.

“Ini ada banyak video ceramah saya yang dipotong, lalu disebarkan ke media sosial. Ini adalah provokator yang berasal dari kompetitor saya dalam Pemilu. Dan para provokator itu sudah ketemu,” ujarnya.

AWK pun menjelaskan soal tuduhan kepada dirinya satu persatu. Pertama, soal seks bebas asal menggunakan kondom. Ini adalah sosialisasi kepada siswa di sebuah sekolah. Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Data tahun 2018 menunjukkan, Indonesia adalah salah negara dengan penduduknya menikah usia muda cukup tinggi. Indonesia tertinggi di Asean. Bahkan, jumlah pasangan yang menikah muda naik 15% atau naik 2% dari tahun sebelumnya.

Suasana Konperensi Pers di Kantor DPD Bali di Jl Cok Agung Tresna Denpasar, Jumat siang (30/10). FOTO – AD

Selain data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak soal usia menikah muda, juga ada PP Nomor 87 Tahun 2014 yang isinya secara keseluruhan tentang pencegahan HIV-AIDS di Indonesia.

“Saya katakan bahwa tidak baik itu seks bebas atau di luar nikah. Tidak baik itu menikah di usia dini karena akan ada banyak dampak berikutnya. Namun faktanya apa. Kasus-kasus itu banyak. Dari pada kena HIV-AIDS, lebih baik menggunakan kondom. Apakah itu salah. Datanya jelas, faktanya ada. Apakah saya harus menjadi pemimpin yang munafik,” urainya.

Kedua soal Betara-Betara Lokal. Ini juga menjawab kasus yang di Nusa Penida. AWK mengaku sama sekali tidak ada niatan melakukan penistaan agama. Semua sumbernya ada di Kitab Suci Agama Hindu yakni Bhagawad Gita. Ia sama sekali tidak ada niat sedikitpun melecehkan Ida Batara Ratu Gede Mas Mecaling di Pura Ped Nusa Penida.

“Semuanya ada dalam Kitab Suci Agama Hindu. Silahkan cek kalau tidak percaya,” ujarnya.

Soal Hare Krisnha juga sama. “Saya diminta untuk isi acara ceramah di sana. Mereka juga rakyat. Lalu kalau saya ceramah disana, apakah saya sudah masuk aliran Hare Krisnha? Presiden Jokowi juga mengidolakan Krisnha. Apakah Jokowi itu Hindu. Presiden pertama Indonesia, Soekarno, yang mengaku sudah 5 kali membaca Kitab Suci Agama Hindu. Apakah Soekarno masuk Hindu. Tidak juga,” ujarnya.

Menurut AWK, seluruh persoalan yang dihadapinya tidak lain adalah lebih kepada unsur politik. Masyarakat Bali tidak usah terprovokasi soal ini.

Penulis – Axelle Dhae

Popular Articles