Dukung Pelestarian Coral, BPD Bali Buka 6 Ribu Rekening Bantuan Pekerja Coral

Dukung Pelestarian Coral, BPD Bali Buka 6 Ribu Rekening Bantuan Pekerja Coral/theeast.co.id

MOU. MoU ditandatangani oleh Plt. Direktur Jenderal PRL TB. Haeru Rahayu dan Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma disaksikan oleh Menteri Edhy Prabowo saat melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka sosialisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) restorasi terumbu karang ICRG di Badung, Bali Sabtu (31/10/2020). Foto : Tim.

DENPASAR, The East Indonesia – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) jalin kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) untuk menyalurkan dana bagi upah tenaga kerja pada pelaksanaan program pembangunan kebun karang atau yang lebih dikenal sebagai Indonesia Coral Reef Garden (ICRG). MoU ditandatangani oleh Plt. Direktur Jenderal PRL TB. Haeru Rahayu dan Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma disaksikan oleh Menteri Edhy Prabowo saat melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka sosialisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) restorasi terumbu karang ICRG di Badung, Bali Sabtu (31/10/2020).

ICRG dilaksanakan di lima lokasi di Bali yaitu Pandawa, Serangan, Sanur, Nusa Dua dan Buleleng. Masyarakat yang tergabung dalam kelompok padat karya ini akan dibukakan rekening ICRG yang selanjutnya digunakan dalam pembayaran upah selama program berjalan melalui transfer ke rekening.

Plt. Dirjen TB. Haeru Rahayu mengungkapkan, sejauh ini 6.225 rekening telah dibuka atas nama warga yang terdaftar pada kelompok padat karya. Sementara data yang telah masuk ke BPD Bali tercatat 9.000 warga dan masih akan terus bertambah sesuai target ICRG hingga 11.000 tenaga kerja. “Pak Menteri sudah sampaikan anggaran PEN restorasi terumbu karang ini sebanyak Rp111,2 miliar. Senilai Rp105 miliar untuk program padat karya, harus selesai dalam dua bulan sampai dengan Desember 2020,” ungkap Plt Dirjen yang akrab disapa Tebe ini.

“Dana upah tenaga kerja akan disalurkan kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok padat karya dan perputaran uang di Bali melalui BPD Bali akan sangat besar. Ini masuk ke Bank dan akan masuk ke rekening warga,” tambahnya.

Tebe juga menyampaikan bahwa mekanisme penyaluran dana ICRG dibantu oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ditunjuk dan upah kerja akan dibayarkan pihak LSM melalui BPD Bali, sehingga warga akan menerima pembayaran secara nontunai (cashless).

ICRG ini merupakan program PEN yang pertama kali dimulai di Bali. Harapannya setelah Bali, bisa diterapkan di wilayah lain di Indonesia, sehingga program PEN yang dicanangkan pemerintah ini akan mampu memberikan stimulus kepada masyarakat dan memulihkan perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19.

Penulis : Axelle Dae|Editor : Christovao Vinhas

Facebook Comments