Tuesday, March 3, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Hari Ini, AWK Kembali Didemo Serentak di Dua Kabupaten di Bali

DENPASAR, The East Indonesia – Aksi protes terhadap anggota DPD RI Dapil Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna terus meluas di Bali. Hari ini, Selasa (3/11/2020), aksi terjadi di dua kabupaten sekaligus. Aksi pertama digelar di Monumen Perjuangan Kabupaten Klungkung. Aksi ini melibatkan lebih dari 1000 orang. Mereka berasal dari seluruh Kecamatan Nusa Penida.

Sekalipun yang turun aksi adalah kebanyakan para pecalang, Bendesa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, namun jumlah mereka cukup banyak. Mereka meminta agar Bupati Klungkung, DPRD Klungkung dan seluruh Muspida terkait agar segera turun tangan menyikapi tuntutan warga.

“Kami meminta bapak bupati dan jajarannya agar turun tangan menyikapi kisru ini. Sebab kalau tidak, kami dari Nusa Penida akan kembali ke daratan Klungkung dengan massa yang lebih besar lagi,” teriak seorang peserta saat orasi di tengah massa.

Tokoh spiritual Sandi Murti I Gusti Ngurah Harta menngatakan, aksi yang dilakukan hari ini memang dilakukan secara serentak. Selain di Klungkung, aksi juga akan digelar di Denpasar. Untuk di Denpasar, aksi akan digelar mulai dari Parkir Timur Lapangan Renon Denpasar dan masa akan bergerak ke Kantor DPD Bali.

“Hari ini ada aksi secara serentak, di beberapa lokasi di Bali. Massa tidak hanya terkonsentrasi di Denpasar tetapi tersebar di beberapa titik. Sekalipun menyebar, namun intinya sama yakni meminta agar AWK mundur dari jabatan sebagai anggota DPD RI Dapil Bali. Sebab yang bersangkutan dalam bertutur, dalam pernyataannya tidak mencerminkan dirinya sebagai senator dan bertentangan dengan etika sebagai orang Bali,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, AWK memberikan beberapa pernyataan yang sangat kontroversial di Bali. Pertama, dalam sosialisasi di sebuah sekolah di Tabanan, Bali, AWK secara tegas mengatakan, boleh melakukan seks bebas asalkan menggunakan kondom.

Pernyataan ini menimbulkan kontroversi dan melahirkan aksi dimana-mana. Kedua, saat berada di Nusa Penida, AWK melakukan penistaan agama di Pura Ped. Simbol agama Hindu dilecehkan dan menimbulkan protes panjang di kalangan masyarakat Nusa Penida. Ketiga, AWK secara terang benderang mendukung aliran Hare Krisnha (HK). HK sudah dilarang di Bali dan bahkan seluruh desa adat di Bali melarang HK.

Penulis : AXelle Dae|Editor : Christovao Vinhas

Popular Articles