ATAMBUA, The East Indonesia – Polemik Excavator Bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia di Kabupaten Belu belum juga menemukan titik terang dimana barang miliyaran rupiah ini terakhir kali ditemukan telah rusak parah dalam Asphalt Mixing Plant (AMP) yang diduga milik Bupati Belu Willybrodus Lay di Lelowai, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.
Excavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang dihibahkan sejak tahun 2016 lalu ini masih saja menjadi pertanyaan publik yang hangat diperbincangkan khususnya di Kabupaten Belu.
Apalagi dalam RDP bersama Bupati Willy Lay dan masyarakat Penerima Manfaat Kelompok Paroki Stella Maris Atapupu beberapa waktu lalu di Ruang sidang utama DPRD Belu, Selasa (22/09/2020) masih digantungkan kejelasannya karena belum mendapatkan suatu kesimpulan akhir.
Permasalahan excavator ini pun akhirnya harus menjadi perhatian dari Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM yang dikukuhkan oleh Gubernur NTT sejak tanggal 26 September 2020 di Kupang dengan masa tugas sampai dengan tanggal 5 Desember 2020.
Ketika ditanyakan oleh awak media, Senin (28/09/2020) yang lalu saat hari pertama bertugas sebagai Pjs Bupati Belu terkait excavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, ternyata Zakarias Moruk ini sudah mendalaminya dan mengungkapkan bahwa permasalahan utamanya adalah administrasi.
Polemik ini pun masih terus berjalan dan saat kembali dikonfirmasi awak media ini, Jumat (06/11/2020), Pjs Bupati Belu Zakarias Moruk mengatakan bahwa hingga saat ini Dinas teknis masih terus menelusuri data hibah Excavator merek Komatsu tersebut.
“Excavator ini kan sejak awal saya sampaikan karena masalah administrasi. Dinas teknis sendiri juga belum mendapatkan data yang pasti hibahnya dari kementerian atau siapa,” pungkasnya.
Karena itu, saat ini Pjs Bupati Belu masih menunggu administrasi hasil pengecekan dokumen dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belu.
Namun yang pasti, dirinya berjanji dalam bulan November 2020 ini, polemik terkait Excavator sudah akan dibereskan oleh pihaknya.
“Saya minta dalam bulan ini. Kita akan melakukan situasi lapangan, kita mengecek ke lapangan. Sudah harus bereskan,” tegas Zaka Moruk. (Ronny)


