Saturday, November 29, 2025

Top 5 This Week

Related Posts

Sempurnakan Ruang Kosong Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat, Waket Komisi IX DPR RI Dukung Terobosan Paket SEHATI di Belu

ATAMBUA, The East Indonesia – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) fraksi Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena sangat mendukung program Kesehatan Gratis berbasis KTP yang akan diluncurkan pasangan calon Bupati Belu dr Agustinus Taolin, SpPD dan calon Wakil Bupati Drs Aloysius Haleserens, MM dari Paket Sehati.

Dukungan yang diberikan oleh anggota DPR RI yang membidangi langsung Kesehatan ini lantaran program kesehatan gratis berbasis KTP yang dicanangkan oleh Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD dan Drs Aloysius Haleserens sangatlah bermanfaat dalam mengisi ruang kosong pengobatan gratis bagi masyarakat yang belum sempat dilakukan oleh BPJS maupun Program kesehatan gratis dari Pusat maupun Daerah.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena saat ditemui awak media ini di Atambua, Kabupaten Belu, Jumat (20/11/2020).

Dijelaskan bahwa program kesehatan gratis yang dilakukan oleh Paket Sehati, dr. Agustinus Taolin dan Drs. Alo Haleserens merupakan program yang konstitusional yang memang ada di Undang-undang Dasar bahwa Negara harus mengurus fakir miskin dan anak terlantar yang salah satu urusannya adalah Kesehatan.

“Negara itu hadir melalui Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah sehingga apabila Paket Sehati (dr. Agus Taolin dan Drs Alo Haleserens) ingin menghadirkan pengobatan gratis, itu bagian dari secara konstitusi melaksanakan perintah konstitusi negara,” pungkasnya.

Selanjutnya pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD 1 partai Golkar Provinsi NTT ini menerangkan bahwa program Kesehatan Gratis ini dapat dilakukan secara aturan maupun secara lapangan.

“Aturannya memungkinkan bahwa daerah itu dimungkinkan bisa mengurus aspek kesehatan dalam rangka mengurus orang-orang kurang mampu. Itulah ada yang namanya Penerima Bantuan Iuran (PBI) menggunakan APBD tingkat II,” pintanya.

Diterangkan bahwa apabila faktor kependudukan pendataan itu ternyata belum selesai, daerah juga masih dimungkinkan untuk menggunakan kreasi ataupun cara terobosan mendorong agar masyarakat kurang mampu juga tetap bisa dilindungi, diurus dengan cara menggunakan KTP gratis.

“Pengobatan gratis berbasis KTP ini membuat siapa saja orang miskin itu bisa berobat apalagi dia belum masuk dalam PBI yang dibayar oleh pemerintah Pusat atau APBN atau oleh Pemerintah Daerah baik Kabupaten Belu maupun pemerintah Provinsi NTT,” tutur Melki Laka Lena.

Karenanya Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menegaskan bahwa program kesehatan gratis dari Paket Sehati, dr. Agus Taolin dan Alo Haleserens adalah bagian dari menyempurnakan atau mengisi ruang kosong yang belum sempat dilakukan oleh berbagai program baik itu BPJS maupun Program kesehatan dari pusat maupun daerah.

“Ini penyempurnaan dan melengkapi. Itu sangat mudah dilakukan karena Anggaran kita punya dan secara aturan dimungkinkan. Jadi program ini membantu betul sehingga tidak ada lagi ruang kosong, ada warga kita yang tidak mampu, tidak terlindungi sehingga semua bisa mendapatkan di fasilitas kesehatan kita mulai dari tingkat kesehatan primer di Puskesmas maupun Rumah sakit Kabupaten maupun Provinsi,” imbuh Melki Laka Lena. (Ronny)

Popular Articles