CANGGU, The East Indonesia – Bali Hospitality Movement (BHM) menggelar kegiatan sosial bagi para pekerja hospitality di Bali yang terkena dampak pandemi Covid-19. Acara yang digelar untuk yang ke-12 kalinya oleh BHM ini juga diisi dengan Eco market untuk usaha kecil menengah di La Vela, Canggu, Tibubeneng Kuta Utara Badung Bali.
“Kali ini kami mengadakan gerakan sosial dan menyumbangkan 150 sembako kepada pekerja didunia pariwisata di Bali. Diantaranya, kami mendistribusikan paket makanan tersebut ke sebuah perusahaan bernama Sungai Watch yang fokus untuk membersihkan sungai dari plastik dan dijalankan oleh orang-orang yang sebelumnya bekerja di pariwisata, kemudian ke panti asuhan, supir pariwisata, dan pekerja perhotelan lainnya yang berada dalam situasi sulit karena pandemi, ”kata Halim Ardie, Co-Founder BHM disela-sela acara, Sabtu (19/12/2020).
Ardie menjelaskan, aktifitas sosial ini juga diisi dengan eco market yang diikuti tujuh pengusaha kecil asal Bali. “Eco market ini kami buat berdasarkan ide untuk membantu usaha kecil di Bali,” lanjutnya.
Sementara itu, Gusti Alit Arcana, Ketua Local Manager Collective (LMC), organisasi yang juga tergabung dalam BHM, berharap bisa melanjutkan kegiatan sosial ini tahun depan untuk membantu para pekerja pariwisata yang terdampak pandemi.
BHM juga telah menyiapkan workshop untuk para pekerja pariwisata seperti bartender untuk menjaga dan mengembangkan skill bahkan selama berada di rumah sehingga pada saat pariwisata dibuka mereka tetap memiliki skill dan kualitas yang dibutuhkan.
Christian Tampubolon, General Manager PT Bali Graha Mandiri selaku sponsor utama, mengatakan acara ini menjadi stimulus bagi para pekerja pariwisata di tengah situasi sulit ini. “Kami berharap dapat melanjutkan kerjasama ini untuk membantu teman-teman di industri pariwisata. Apalagi untuk tiga bulan pertama 2021 di mana pariwisata masih dalam tahap pemulihan,” ujarnya.
Bali Hospitality Movement merupakan inisiatif dan penggalangan dana yang diselenggarakan oleh beberapa asosiasi dan orang-orang di industri pariwisata terutama perhotelan, F&B dan entertainment.
Putu Sudarmayasa, Ketua Indonesian Food & Beverage Manager Association (IFBMA), mengatakan paket makanan tersebut berisi beras, minyak goreng, mi instan, gula, teh, telur, dan masker. Hingga gelombang ke-12 Sabtu lalu, total BHM telah mendistribusikan 3.000 paket sembako kepada pekerja di industri pariwisata di Pulau Dewata.
Penulis|Arie|Editor|Chris


