Desa Adat di Bali Gelar Upacara Nunas Ica Tekan Penularan Covid-19 Secara Niskala

26

DENPASAR, The East Indonesia – Situasi di tengah Pandemi COVID 19 yang masih berlangsung hingga saat ini, disikapi dengan tidak henti mapinunas ke hadapan Ida Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Mahakuasa, yang dilaksanakan oleh Desa Adat di Bali. Melalui surat edaran nomor 003/SE/MDA-Prov Bali/II/2021 yang ditanda tangani oleh Bandesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, seluruh Desa Adat secara serentak melaksanakan prosesi nunas ica di soang-soang Kahyangan Tiga yang ada di Desa Adat dengan ngaturang Daksina Pejati dalam proses yang sederhana sesuai Drestha Desa Adat setempat, pada Rabu (17/2/2021) kemarin.

Prosesi yang merupakan kelanjutan pelaksanaan tugas Satuan Tugas Gotong Royong Penanganan COVID 19 Berbasis Desa Adat yang dibentuk keputusan bersama Gubernur Bali dan Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali tersebut merupakan tugas yang berkaitan dengan kegiatan niskala dalam upaya bersama -sama memohon kepada Ida Hyang Widhi agar pandemi COVID -19 dapat segera berakhir.

Baca juga :  Satgas Yonif RK 744/SYB Berikan Edukasi Covid-19 pada Siswa- Siswi SMP Duamanu

Menurut Bandesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, pelaksanaan proses ngaturang daksina pejati yang dilaksanakan serentak di 1.493 Desa Adat di Bali menjadi salah satu titik kulminasi atas harapan dan doa dari seluruh krama adat Bali agar Pandemi COVID 19 dapat segera berakhir dan alam sakala kembali seperti semula. “Luar biasa vibrasi yang muncul, dengan pelaksanaan prosesi serentak yang meskipun sederhana namun sangat bermakna sesuai drestha desa adat yang berlaku di masing-masing desa adat di Bali,” jelasnya, Kamis (18/2/2021).

Sebagai umat beragama, terlebih di Bali yang dikenal dengan Pulau Dewata, maka menyerahkan diri dan tidak henti henti untuk tetap berdoa dan memohon kepada Ida Batara Batari sami sebagai manifestasi Ida Hyang Widhi menjadi keharusan bagi krama adat melalui Desa Adat masing-masing di Bali. “Saat ini semua krama mengalami kesedihan, terdampak secara langsung dan tidak langsung atas pandemi ini, demikian juga kami, sehingga tidak ada cara lain secara spiritual selain memohon kepada Ida Hyang Widhi dan Batara Sesuhunan agar alam kembali memulihkan diri dan manusia bisa kembali hidup normal seperti sediakala,” tegasnya.

Baca juga :  Komitmen Koster-Ace Untuk Menjaga dan Melestarikan Adat Bali

Disinggung mengenai berbagai keluhan dari krama adat yang terdampak langsung dan tidak langsung, Bandesa Agung menyampaikan dalam situasi seperti ini, semua harus menggunakan energi dengan efektif dan efisien. Membaca, mengambil setiap peluang dan bekerja serta memohon lebih keras dan lebih kuat lagi untuk bisa bertahan dalam situasi sulit. “Majelis Desa Adat dalam waktu dekat akan mendorong pertumbuhan sentra usaha berbasis Desa Adat lebih cepat dari rencana sebelumnya untuk bisa menekan outflow uang dari krama dan meningkatkan perputaran uang dan barang di internal desa adat sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi Bali yang terdampak secara ekonomi jauh lebih keras dari dampak pandemi di daerah lain, harus benar benar secara hati hati disikapi dan dikelola sehingga krama adat bisa tetap guyub dan bersatu dalam tujuan yang sama. “Semoga melalu prosesi nunas ica ini, kita semua mendapatkan sinar suci dan kekuatan Ida Hyang Widhi sehingga kita bisa melewati pandemi ini,” tutup Ida.(Axelle Dae).

Facebook Comments