Friday, March 6, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kopi Lokal Buleleng Jadi Bahan Baku Lomba Barista

SINGARAJA, The East Indonesia – Buleleng memiliki segudang hasil kebun terutama kopi yang berkualitas. Selain kopi yang berasal dari Banyuatis, ternyata kopi asal Wanagiri juga menjadi pilihan bahan baku untuk Lomba Barista Kopi Bali yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Buleleng serangkaian HUT PDIP ke-48, Sabtu (20/3/2021) pagi di Gedung Mr. Ketut Pudja, Eks Pelabuhan Buleleng.

Ada 15 peserta dari seluruh Buleleng yang ikut ambil bagian dalam lomba tersebut. Mereka adalah kaum milineal yang sudah menekuni dunia Barista. Pihak panitia pun menyediakan dua unit mesin pengolah Kopi untuk menyajikan racikan kopi asli dari Buleleng. Lomba ini pun juga melibatkan Indonesua Association (IBA) serta Indonesia Food & Baverage Executive Association Bali.

Ketua Panitia Lomba, Dewa Ketut Suardipa mengatakan, lomba Barista Kopi Bali ini digelar secara serentak di seluruh DPC PDI Perjuangan se-Bali. Lomba ini diharapkan mampu membangkitkan petani kopi khususnya di Buleleng. Dimana, Buleleng merupakan salah satu Kabupaten di Bali yang menghasilkan kopi kualitas terbaik. “Disaat pandemi covid saat ini, ekonomi menjadi menurun. Karena itu kami berikan kesempatan kepada anak muda untuk buka angkringan dan yang ahli meracik kopi. Selain itu bisa mempromosikan kopi ke tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Suardipa juga optimis lomba ini bjsa menjadi pionir untuk memperkenalkan kopi Buleleng kepada masyarakat luas. Bahkan nantinya akan muncul pengusaha angkringan kopi lokal Buleleng sehingga bisa menggerakkan roda perekonomian di Buleleng. ” Juara satu, dua dan tiga kita akan fasilitasi untuk lomba di tingkat Provinsi pada bulan Mei mendatang di Desa Pujangan, Tabanan,” jelasnya.

Salah satu peserta, I Gede Dandy Darma Kusuma, yang baru berusia 19 tahun mengaku sudah beberapa bulan terakhir belajar meracik kopi dari ilmu yang diajarkan kakaknya. Ia meracik kopi arabika dengan signature ‘Kama Nginep Kopi’. Meskipun baru pertama kali mengikuti lomba, namun pria asal Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu inipun mengaku menjadi Barista karena tangtangan setelah menggeluti dunia bartender.

Ia pun berharap lomba serupa bisa kembali digelar di tahun mendatang. ” Menjadi Barista itu menantang bagi saya. Itu karena stepnya banyak untuk meracik kopi yang berkualitas. Meski ini yang pertama untuk saya lomba, namun sekaligus merupakan tantangan mengasah kemampuan meracik kopi yang lebih enak,” pungkasnya.(Wismaya).

Popular Articles