Wednesday, January 14, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Uskup Atambua : Imam Juga Perlu Bertobat

ATAMBUA, The East Indonesia – Perayaan upacara Kamis Putih 2021 dirayakan dengan meriah di Gereja Sta. Maria Immaculata Atambua, Belu, NTT. Perayaan dipimpin langsung oleh Uskup Atambua,Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr pada Kamis (1/4/2021).

Menurut Mgr. Dominikus, Misteri Paskah sebetulnya adalah misteri penyelamatan umat Allah. Merujuk pada ceritera Kitab Suci, pembebasan bangsa Israel dari Mesir diawali dengan makan perjamuan paskah dengan sajian utama sayur dan daging domba.

Misteri paskah yang kemudian dirayakan dalam Perayaan Ekaristi hingga kini tidak hanya bermakna teologis, tetapi mengandung makna ekologis. Allah menyuruh kita mengambil dari hasil kerja kita, mempersembahkan di altar Allah sebagai tanda syukur tiada hentinya kepada Allah sumber kehidupan.

Uskup Domi mengajak umat mendoakan para imam Allah. Imam juga perlu bertobat agar keselamatan yang diselenggarakan Allah semakin nyata dalam diri mereka.

Implikasi dari pemahaman ini, menurut Uskup Domi orang yang mengikuti perjamuan Allah yang akan diselamatkan. Jika bangsa Israel diperintah pergi menyeberang Laut Merah ke tanah perjanjian usai perjamuan paskah, umat katolik dewasa ini yang merayakan perayaan ekaristi diperintah pergi ke tempat masing-masing.

Suasana Perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua, Belu, NTT yang tetap memperhatikan protokol kesehatan. FOTO – ESTA M.

Kita diutus untuk pergi ke keluarga. Pergi ke tempat tugas, ke medan pengabdian masing-masing, agar mewujudnyatakan penyelamatan yang dialaminya dalam misteri ekaristi suci.

Makna lain dari ekaristi yang disampaikan Uskup Domi, “Yesus memberikan diriNya seutuhnya, setuntas-tuntasnya.”

Bahkan Yesus Kristus rela menjadi hamba yang membasuh kaki para rasulNya. Inilah teladan pelayanan yang patut ditiru pengikutNya secara khusus pelayan umat di jaman ini.

Pelayan yang iklas butuh sikap rendah hati. Menjadi umat Allah yang rendah hati.

“Kalau ada kerendahan hati, seharusnya masyarakat kita menjadi aman. Keluarga kita menjadi aman. Tidak terjadi saling bunuh, dengki, cemburu karena kita dipenuhi cinta kasih,” tandas Uskup Domi.

Doakan Imam

Mengakhiri kotbahnya, Uskup Domi mengajak umat mendoakan para imam Allah. Imam juga perlu bertobat agar keselamatan yang diselenggarakan Allah semakin nyata dalam diri mereka.

Sebelumnya dalam Surat Gembala Masa Puasa 2021 bertema Membangun dan Memajukan Ekonomi Berbela rasa yang disampaikan kepada umat katolik di wilayah dioses yang dipimpinnya, Uskup Domi menulis, ”Imam adalah manusia pendoa menurut teladan Yesus Kristus, Imam Agung, Sang Pendoa Abadi di hadapan Bapa.”

Karena itu para imam di keuskupan ini dihimbau untuk mendoakan brevir secara penuh sebanyak 5 kali sehari, melengkapinya dengan devosi pribadi yang berpuncak pada Perayaan Ekaristi secara lebih sadar, lebih aktif dan lebih penuh.

Selanjutnya, pemimpin gereja local keuskupan ini berpesan Para Imam adalah pelayan-pelayan Allah, Alter Christus yang dipanggil dan diutus untuk menghadirkan kekuatan keselamatan bagi umat. Hayatilah hidup dan imamatmu seolah-olah inilah hari pertama dan terakhir, dan seolah-olah inilah satu-satunya hari pelayanan dalam hidup Anda.

Muliakanlah Allah dan layanilah sesama dalam kasih Allah. Berusahalah membantu umat menjadi lebih berdaulat, merdeka dan bebas sebagai putera-puteri Bapa Surgawi, saudara-saudari Yesus dan teguhkan mereka untuk tidak menjadi putus-asa dan hanya menjadi pengamen di masa pandemi Covid-19 ini, papar gembala umat Atambua ini.***

Penulis – Eustachius Mali

 

 

 

 

 

Popular Articles