Saturday, April 11, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kunjungi Ratusan Warga di Tasain – Belu Yang Terdampak Banjir, Ini Pesan Gubernur NTT!

ATAMBUA, The East Indonesia – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi dan berdialog langsung dengan ratusan warga di Motamaro, Desa Tasain, Kabupaten Belu yang terdampak banjir bandang, Rabu (07/04/2021).

Gubernur Viktor Laiskodat yang didampingi Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT dan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT ini berkunjung langsung ke tempat penampungan warga-warga tersebut di Gereja GMIT dan Bethel Motamaro.

Kedatangan orang nomor satu di NTT tersebut pun diterima langsung oleh Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk bersama Wakil Bupati Belu terpilih, Aloysius Haleserens dan Forkopimda Plus kabupaten Belu, Pj. Sekda Belu serta sejumlah pimpinan OPD.

Di lokasi pengungsian nampak Gubernur Viktor Laiskodat juga melakukan dialog langsung dengan warga yang terdampak banjir Motamaro.

Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Kamis (08/04/2021) menjelaskan bahwa dalam kunjungan tersebut Gubernur NTT, Viktor Laiskodat ada menginstruksikan beberapa hal kepada pihak Pemerintah Daerah Belu.

“Bapak Gubernur dalam kunjungan kemarin ke Tasain menginstruksikan beberapa hal kepada kami,” pinta pria yang juga menjabat sebagai Kabag Keuangan Provinsi NTT.

Zaka Moruk menjelaskan bahwa Gubernur NTT meminta agar menangani dengan baik masyarakat yang terdampak.

“Utamakan masyarakat karena yang lain bisa kita perbaiki sedangkan nyawa masyarakat tidak bisa. Mereka punya segala kebutuhan, kesehatan harus dijaga dengan baik,” tandasnya.

Diterangkan pula Gubernur NTT juga meminta untuk segera mengidentifikasi rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut sehingga dapat dipilah mana yang dibantu oleh Provinsi maupun APBD.

“Identifikasi rumah-rumah warga sehingga dapat segera mengambil langkah-langkah untuk perbaikan,” ujar Zaka Moruk.

Selain itu, Penjabat Bupati Belu ini menguraikan bahwa Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat meminta untuk melakukan pemulihan batin masyarakat yang terdampak dengan salah satunya sering berkunjung.

“Bapak-bapaknya, pagi dan sore bisa pergi lihat rumah dan kebunnya. Nanti waktunya makan harus kembali ke Posko tempat pelayanan yang ada. Tetapi untuk perempuan dan anak-anak harus tetap di lokasi penampungan. Kalau memang ada rumah warga yang sudah layak, bisa juga dipulangkan kembali,” tandasnya.

Untuk diketahui sebelumnya diberitakan, Sebanyak 167 KK di sekitar wilayah Motamaro, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu daerah Perbatasan Negara RI-RDTL dievakuasi ke gereja GMIT Motamaro dan gereja Bethel.

Evakuasi ini dilakukan karena pada tanggal 3 sampai 4 April 2021 diterjang banjir bandang yang membuat beberapa rumah ambruk dan banyak rumah yang rusak berat.

Tidak hanya rumah tetapi perabot rumah tangga serta hewan peliharaan milik warga seperti sapi, unggas, babi dan sebagainya juga ikut diterpa banjir awalnya muncul pada malam hari tersebut.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belu, Balthazar Bouk saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Rabu (07/04/2021).

Dijelaskan bahwa akibat dari banjir bandang itu ada 167 KK yang terdampak bencana. Karena itu tindak lanjut Pemda Belu dalam hal ini BPBD dan beberapa OPD terkait sejak tanggal 4 April lalu hingga hari ini (07/04) telah dievakuasi ke gereja GMIT Motamaro dan gereja Bethel.

Namun dari 167 KK tersebut yang saat ini masih dievakuasi masih 105 KK yang mana di gereja GMIT ada terdapat 95 KK dan gereja Bethel terdapat 10 KK.

Sedangkan sisanya, 62 KK telah diijinkan kembali ke rumahnya masing-masing karena setelah disurvei telah layak untuk pulang.

“Ada 167 KK yang terdampak bencana. Namun hingga saat ini masih 105 KK yang masih dievakuasi sedangkan sisanya mereka sudah kembali ke rumah masing-masing karena kondisi yang kita lihat sudah layak untuk didorong pulang,” pungkas Balthazar Bouk.

Kepala BPBD Belu ini juga menerangkan bahwa sejak kejadian tersebut banyak bantuan sandang dan pangan dari Pemerintah Kabupaten Belu maupun para donasi yang sudah dikerahkan untuk 167 KK yang terdampak tersebut.

“Saat ini mereka yang masih dievakuasi dan yang sudah pulang tetap diberikan pelayanan oleh Pemda Belu dan juga pihak donasi,” pintanya.

Berdasarkan informasi dari 167 KK di Desa Tasain yang terdampak banjir bandang tersebut total jiwa sebanyak 600 orang yang terdiri dari 280 laki-laki, 320 perempuan. Dari jumlah tersebut 70 orang lansia dan 91 balita. (Ronny)

Popular Articles