Tuesday, March 31, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dalam Sekejap, Pejabat di Bali Ramai-Ramai Sumbang Korban Bencana di NTT

DENPASAR, The East Indonesia – Malam penggalangan dana yang digelar bagi para korban bencana di NTT oleh Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT  di Pojok Sudirman, Denpasar milik Puskopad Kodam IX/Udayana, Jumat malam (30/4/2021) berlangsung meriah, aman, tertib dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Malam penggalangan dana ini mendapat simpati dan antusiasme dari seluruh pejabat di Bali. Hadir sejumlah  pejabat di Bali seperti Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho, Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Yuliana Sagala, Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang diwakili oleh Penjabat Sekda Kota Denpasar, Kepala Badan Pendapatan Daerah Bali I Made Santha, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Mahendra, Sejumlah direktur rumah sakit di Bali, beberapa aktivis kemanusiaan di Bali, dan sejumlah undangan lainnya.

BANTUAN. Bupati Jembrana, Nengah Tamba saat menyampaikan sumbangannya kepada korban bencana NTT dalam acara yang digelar oleh PENA NTT di Pojok Sudirman pada Jumat (30/4). FOTO – IST.

Ketua Panitia Penggalangan Bantuan Kemanusiaan untuk korban Bencana Alam di NTT, Agustinus Apolo Daton mengatakan, simpati kemanusiaan terhadap korban bencana alam di NTT ternyata belum selesai. Badai Seroja yang menimpa NTT awal April lalu ternyata melahirkan simpati dan keprihatinan luar biasa dari seluruh rakyat Indonesia.

“Dalam sekejap, terkumpul lebih dari Rp 50 juta. Para pejabat antusias datang ke malam penggalangan dana yang digelar oleh PENA NTT Bali. Mulai Wakil Gubernur, Kepala BI, para bupati dan walikota, para kepala dinas, kepala badan dan seluruh undangan lainnya. Ini menunjukkan simpati terhadap korban bencana alam di NTT belum pudar, karakter bangsa yang guyup sudah berakar dalam.

Selaku Ketua Panitia dan atas nama para wartawan asal NTT yang tergabung dalam PENA NTT Bali saya mengucapkan limpah terima kasih terhadap semua donatur dan para pejabat baik yang hadir di acara maupun yang hanya berkomunikasi dan mentransfer uangnya ke rekening PENA NTT,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan, bencana badai siklon tropis Seroja yang menghantam NTT kemarin menjadi perhatian Bank Indonesia juga.

BANTUAN. Penjabat Sekda Kota Denpasar I Made Toya mewakili Walikota Denpasar saat menyampaikan sumbangannya kepada korban bencana NTT dalam acara yang digelar oleh PENA NTT di Pojok Sudirman pada Jumat (30/4). FOTO – IST.

Dia mengaku Kantor Pusat BI telah memberikan bantuan melalui BI NTT. Dikatakan, BI Bali juga ikut berempati dengan menyalurkan bantuan. Meskipun jumlahnya tidak banyak tapi harapannya dapat meringankan beban bagi yang mengalami musibah di NTT.

“Semoga NTT cepat pulih kembali. Kami juga bersurat kepada Menteri terkait dan bapak presiden untuk memperhatikan NTT secara khusus karena banyak kerusakan yang terjadi di sana,” tutur Tri Nugroho.

Harapan serupa disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Wagub mengatakan, duka di NTT adalah duka bersama. Dikatakan Bali juga beberapa kali alami bencana. Dikatakan dalam menghadapi bencana harus saling menguatkan. Dalam kesempatan itu Wagub Cok Ace secara pribadi menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebanyak Rp 5 juta. “Saat ini kita sedang menghadapi berbagai bencana. Masalah Covid-19 belum tahu kapan akan berakhir, bencana alam, dan tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. Semoga keluarga para korban diberi ketabahan,” ungkap Wagub yang juga merupakan tokoh pariwisata Bali ini.

Kegiatan galang dana yang digelar sejak pukul 17.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita itu dimeriahkan oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Bali. Pada acara pembukaan WKRI Bali melakukan senam zumba. Selanjutnya ada Line Dance yang dimotori Saudari Merry dari Nusa Dua. Ada makin seru dan meriah ketika  lagu-lagu yang digunakan adalah lagu-lagu dari daerah NTT, seperti Gemu Fa Mi Re dan Tobelo. Selanjutnya live music oleh acoustic Geby & Friend.***

Editor – Axelle Dhae

Popular Articles