SINGARAJA, The East Indonesia – Dinas Kebudayaan Buleleng berencana menambah koleksi di Museum Soenda Ketjil, Eks Pelabuhan Buleleng, pada 2022 mendatang. Salah satunya dengan melakukan penjajakan kepada keluarga atau ahli waris Mr I Gusti Ketut Pudja, mantan Gubernur Soenda Ketjil.
Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara dikonfirmasi Senin (10/9) mengatakan, sejak museum itu didirikan pada 2018 lalu, koleksi yang dimiliki hanya berupa baju yang saat itu digunakan oleh Mr Pudja saat menjabat sebagai Gubernur Soenda Ketjil, mesin ketik, radio dan lukisan. Mengingat koleksi yang dimiliki sedikit, pihak Kementerian Pendidikan dan Budaya RI pun diakui Dody meminta kepada pihaknya untuk menambah beberapa koleksi lagi, agar museum tersebut lebih terlihat menarik.
Bila tidak ada halangan dan angggaran yang dimiliki tidak direfocusing untuk penanganan Covid-19, Dody menyebut, tahun 2022 mendatang, pihaknya akan menyediakan anggaran untuk menambah koleksi-koleksi di museum tersebut. Sebab dengan penambahan koleksi ini, selain agar lebih terlihat menarik, museum juga dapat meraih akreditasi hingga memperoleh bantuan DAK Non Fisik dari Kemendikbud berupa biaya operasional untuk museum.
“Saat ini Kabid Sejarah sedang mendekati ahli waris Mr Pudja baik yang ada di Jakarta dan di Sukasada, agar bisa menambah koleksi. Kalau misalnya pihak keluarga merasa jika barang peninggalannya sangat berharga sehingga tidak bisa dihibahkan, kami akan coba buat duplikatnya, misalnya seperti meja kerjanya, kursi dan tempat tidurnya,” kata Dody.
Selain menambah koleksi dari peninggalan Mr Pudja, Disbud juga akan mencari dokumen, barang atau cerita terkait sejarah Buleleng yang menjadi pusat Ibukota Bali, NTT dan NTB. “Selama ini kami berpikir bahwa Soenda Ketjil itu tidak lepas dari Mr Pudja, sehingga kami selalu memburu barang-barang peninggalannya. Padahal sejarah Soenda Ketjil itu wilayah yang meliputi Bali NTT dan NTB. Keterkaitannya berupa dokumen, barang dan ceritanya akan kami gali, untuk ditayangkan di museum.
Tim dari Kemendikbud juga menyarankan pihaknya untuk mempekerjakan seorang kurator, agar koleksi-koleksi yang ada dapat dikelola dan dirawat dengan baik. “Saat ini perhatian kami dan sumber daya yang ada, fokus untuk mencegah penularan Covid, sehingga tidak bisa berbuat banyak. Mudah-mudahan 2022 semua rencana rencana kerja yang dituangkan untuk Museum Soenda Ketjil ini bisa dilaksanakan,” tutupnya.(Wismaya).


