Monday, April 6, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Angkatan Kerja Perempuan di Bali Naik 2,19%, Terserap di Sektor Industri Kreatif

DENPASAR, The East Indonesia – Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Bali naik 2,19 persen tahun 2020. Hal itu diungkap oleh Akademisi dari Universitas Udayana (Unud) Bali, I Gusti Wayan Murjana Yasa saat tampil sebagai pembicara dalam acara Capacity Building Media bertajuk “Pertumbuhan Ekonomi dan Makro Prudential” yang dilaksanakan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (20/5).

Menurut dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud ini ketika dunia pariwisata Bali diterpa pandemi Covid19, justeru data menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Bali malah naik sebesar 2,19%.

“Ketika kebanyakan orang kehilangan pekerjaan di Bali terutama di sektor pariwisata, justeru partisipasi angkatan kerja perempuan di Bali naik. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak industri kreatif berskala rumah tangga, banyak kuliner lokal menjadi lapangan kerja baru bagi para wanita Bali sebagai akibat dari banyaknya tenaga kerja Bali di sektor pariwisata yang hilang,” ujarnya.

Saat ini banyak pedagang makanan bermunculan di pinggir jalan di Bali dan semuanya melibatkan angkatan kerja perempuan.

Murjana mengatakan, kondisi ini justeru berbanding terbalik dengan tingkat partisipasi angkatan kerja pria di Bali. Data menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja pria di Bali menurun sebesar 1,07%. Artinya, ketika Bali diterpa pandemi Covid19, banyak angkatan kerja pria di Bali yang kehilangan pekerjaan atau menganggur. Sumber utamanya adalah sektor pariwisata sebagai salah satu penyerap tenaga kerja di Bali selain sektor pertanian. Artinya, ketika banyak angkatan kerja pria di Bali menurun maka di saat yang sama partisipasi angkatan kerja perempuan di Bali naik drastis. Data ini juga sebanding dengan naiknya tingkat pengangguran di Bali tahun 2020 sebesar 4,06%. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata secara nasional sebanyak 5,63%.

Pada tahun 2020, jumlah pekerja produktif di Bali sebesar 2,42 juta orang dari total jumlah penduduk Bali sebanyak 4,3 juta orang. Ketika pandemi Covid19 melanda, jumlah serapan tenaga kerja di Bali terbanyak di sektor pertanian sebesar 22,50%. Di urutan kedua adalah perdagangan sebesar 20,49%. Sisanya tersebar di sektor lainnya seperti jasa pariwisata, konstruksi, transportasi, dan sektor informal lainnya.

Berdasarkan pendidikan, serapan angkatan kerja terbanyak yakni tingkat SMP ke bawah sebesar 47,28%. Artinya, tenaga kerja Bali saat ini masih didominasi oleh tenaga kerja dengan tingkat pendidikan SMP ke bawah. Sementara untuk SMA sebanyak 21,84%, SMK sebanyak 13,91%, Diploma sebanyak 13,91%, dan universitas sebanyak 12,48%. Sementara tingkat pengangguran tertinggi tahun 2020 berasal dari tamatan Diploma sebanyak 4,13%, disusul SMK sebanyak 2,92%, universitas sebanyak 2,09%, SMA sebanyak 2,01%.***

Penulis – Axelle Dhae|Editor – Igo Kleden

Popular Articles