DENPASAR, The East Indonesia – Sebanyak 19 ABK KM Bandar Nelayan 188 yang mengalami kecelakan di laut pada Jumat,(14/5/2021) lalu di perairan laut Australia berhasil di evakuasi oleh Angkatan Laut Australia dengan kapal HMAS ANZAC sudah tiba di Bali hari ini Jumat,(21/5/2021) pagi.
Proses evakuasi ABK KM Bandar Nelayan-188 ke pelabuahn Benoa Bali ini melibatkan 2 KRI yakni KRI Escolar-871 dan KRI Yos Soedarso-353 dimana keduanya merupakan unsur dari Koarmada II, TNI AL. Sebelumnya ke 19 ABK ini diantar kapal Angkatan Laut Australia HMAS ANZAC yang kemudian ditransfer ke KRI Escolar-871 dengan pengawalan KRI Yos Soedarso-353 dimana keduanya merupakan unsur dari Koarmada II, TNI AL.
Seperti diketahui repatriasi ABK WNI KM. Bandar Nelayan 881 yang mengalami laka laut pada tgl 13 Mei 2021 pukul 01.00 Wita padakordinat 31°19′ 00″ LS – 102° 88′ 00″ BT Heading : 203,99° KMA jarak 1.474 NM arah Barat Daya Bali ini awlanya pada tanggal 14 Mei 2021, Kemlu menerima informasi dari Basarnas mengenai Kapal KM Bandar Nelayan 188 yang mengalami kebocoran sehingga mengakibatkan posisi kapal berada dalam kondisi setengah tenggelam. Selanjutnya dilaksanakan komunikasi intensif antara Basarnas dan Kemlu dengan Perwakilan RI di Australia dan Jepang.
Selanjutnya KJRI Perth berkomunikasi secara intens dengan ABF(Australian Border Force) dan Australian Maritime Security Authority (AMSA) untuk melakukan upaya penyelamatan.
Selanjutnya KJRI Osaka berkoordinasi dengan Japan Coast Guard yang membantu mengarahkan kapal-kapal penangkap ikan Jepang yang berada di sekitar lokasi untuk mendukung upaya penyelamatan. Kemudian pemerintah Australia mengerahkan armada pesawat jenis Challenger dan P8 Poseidon, serta Kapal Angkatan Laut Australia HMAS ANZAC.
Selanjutnyap pada tanggal 15 Mei 2021, Seluruh 20 ABK KM Bandar Nelayan 188 berhasil diselamatkan oleh Kapal FV Fukusekji Maru 15 (berbendera Jepang) dan dipindahkan ke Kapal Angkatan Laut Australia HMAS ANZAC.
Dalam evakuasi tersebut ada salah satu ABK yang mengalami cendera dan ditransfer dengan pesawat Helikopter Militer Australia ke Fiona Stanley Hospital, Perth untuk mendapatkan penanganan medis dan telah dipulangkan melalui jalur udara setelah dinyatakan kondisinya laik terbang. Sementara 19 ABK WNI lainnya diantar oleh Kapal Angkatan Laut Australia HMAS ANZAC ke pelabuhan Benoa Bali Jumat 21 Mei 2021.
Sementara setibanya di pelabuhan Benoa Bali proses penurunan seluruh ABK ini dengan tetap menggunakan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Kemudian seluruh ABK menjalani test SWAB PCR 2 kali dan akan dikarantina selama 5 hari. Bagi ABK WNI yang hasil positif akan dilakukan Karantina/perawatan hingga hasil tes PCR Negatif dan bagi ABK yang negative akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing oleh Perusahaan Pemilik kapal. Adapun daerah asal Jawa Tengah 3 orang, Bali 1 orang, Jawa Barat 11 orang, Jawa Timur 3 orang, Sulsel 1 orang, dan DKI Jakarta 1 orang.
Proses repatriasi ABK KM Bandar Nelayan 188 ini melibatkan sejumlah instansi terkait antara lain TNI AL, Bakamla, Basarnas, Kemenhub, KKP, KSOP, Satgas Covid-19 Bali, Dinkes, Kemnaker, BP2MI.
Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) V Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal yang hadir langsung di acara serah terima 19 ABK KM Bandar Nelayan 188 di pelabuhan Benoa Bali mengatakan sangat mengapresiasi proses evakuasi penyelamatan yang telah dilakukan oleh angkatan laut Australia terhadap ABK KM Bandar Nelayan 188 yang menbalami kecelakan tersebut. “Ini merupakan bentuk kerja sama dan wujud persahabatan yang sangat baik antara TNI Angkatan Laut dengan Royal Australian Navy. 19 orang ABK sudah kembali ke Indonesia melalui Pelabuhan Benoa, Bali dan nantinya akan dikembalikan kepada keluarga, setelah melalui protokol kesehatan yang ditentukan,” ujarnya
Lebih lanjut dikatakan oleh Komandan Lantamal V, bahwa ini adalah bukti nyata kerja sama kedua Angkatan Laut, TNI AL dengan Angkatan Laut Australia dalam memerankan fungsi diplomasi untuk membantu misi kemanusiaan,”pungkasnya
Sementara itu Konsulat Jenderal Australia di Bali, Anthea Griffin mengatakan, sebagai tetangga dekat, Australia sangat senang bisa membantu penyelamatan para nelayan yang terkena musibah di negaranya. “Hari ini saya senang bisa melihat mereka akan segera kembali ke keluarganya,” ungkap Anthea Griffin.(cv)


