Thursday, April 9, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bali Safari Melepasliarkan Penyu di Pantai Cucukan

GIANYAR, The East Indonesia – Bali Safari selalu konsisten dalam upaya konservasinya, dalam rangka memperingati Hari Penyu Sedunia, Bali Safari melepasliarkan Penyu di Pantai Cucukan, Gianyar –  Bali. Minggu (23/5/2021).

Pelepasan Liar Penyu ke Laut merupakan bagian dari ikut serta membantu menjaga dan melestarikan  populasi penyu. Karena kehidupan di bawah laut, keberadaan penyu berpengaruh pada spesies lain dan habitatnya yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Sebagai lembaga konservasi terbesar di Bali yang fokus pada konservasi satwa liar, Bali Safari selalu berpartisipasi aktif dalam segala kegiatan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. BKSDA Bali merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. BKSDA Bali menjadi partner lembaga konservasi dalam kegiatan konservasi satwa seperti penyelamatan dan perlindungan satwa, serta pendampingan kegiatan konservasi, mereka menitipkan penyu di Bali Safari yang diperoleh dari hasil sitaan perburuan liar di tahun 2015. Selama dititipkan di Bali Safari, penyu tersebut dipersiapkan agar dapat dilepasliarkan kembali ke lautan lepas.

Penyu adalah kura-kura laut yang mampu menjelajahi dunia dengan 4 sirip kakinya, sehingga populasi mereka tersebar di seluruh samudera. Indonesia menjadi salah satu habitat bertelur beberapa spesies penyu di dunia, karena perairan Indonesia menjadi rute perpindahan (migrasi) Penyu . Spesies penyu yang terdapat di perairan Indonesia yakni Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate), Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Tempayan (Caretta caretta), Penyu Pelimbing (Dermochelys coriacea), dan Penyu Pipih (Natator depressus).

Dengan meningkatnya polusi di perairan Samudra membuat kualitas habitat penyu menjadi menurun yang mengakibatkan penurunan drastis populasi penyu di seluruh dunia. Perburuan liar juga turut menyumbang penurunan populasi penyu karena masih banyaknya konsumsi daging penyu. IUCN  (International Union for Conservation of Nature) kemudian memasukan penyu sebagai salah satu satwa yang dilindungi.

The American Tortoise Rescue kemudian juga menggalang partisipasi untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap keberadaan penyu dengan merayakan hari penyu se-dunia pada tanggal 23 Mei. Tanggal tersebut dipilih sebagai hari untuk memperingati Hari Penyu Sedunia, sebab bulan Mei merupakan waktu tersibuk bagi daur hidup penyu.

Setiap harinya penyu tersebut diberikan pakan alami secara rutin dan normal seperti rumput laut dan ikan sarden, kolamnya juga diberikan arus sehingga penyu dapat berlatih seperti berada di perairan laut, kondisinya pun selalu dipantau oleh keeper (perawat satwa), dokter hewan dan asisten curator.

“Sebelum penyu tersebut siap dilepasliarkan, serangkaian kegiatan pemantauan dilakukan seperti pemasangan microchip, pengecekan darah, serta kondisi fisik penyu. Segala hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mempersiapkan penyu agar mampu bertahan dan berkembangbiak dengan baik di lautan lepas.”Ujar drh. Syahrial Kurnia Bimantaka sebagai salah satu tim medis Bali Safari.

”Setelah melewati serangkaian proses, monitoring dan berdiskusi dengan BKSDA , tepat di hari minggu ini, 23 Mei 2021, penyu-penyu tersebut siap dilepasliarkan di Pantai Cucukan, Gianyar, Bali. Dua jenis penyu yang dilepasliarkan adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate).” Tambahnya.

Bali Safari Park merupakan unit dari Taman Safari Indonesia (TSI) Group yang berdiri sejak tahun 2007. Berlokasi di Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali, Bali Safari Park dihuni oleh lebih dari 100 spesies satwa nan eskotik dan menawan. Bali Safari Park bukan sekadar tempat rekreasi keluarga, tapi juga lembaga konservasi yang fokus menyelamatkan satwa-satwa langka.

Dalam kegiatan pelepasliarkan penyu di pantai Cucukan Gianyar Bali ini dihadiri langsung Operasional Manager Bali Safari and Marine Park Ketut Suardana, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali, Kepala Desa Medahan Wayan Buana dan beberapa tamu undangan lainya.

Editor|Christ

 

Popular Articles