Saturday, April 11, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Diduga Jalin Hubungan Dengan WIL, Kades Makir di Belu Ditangkap Keluarga

ATAMBUA, The East Indonesia – Kepala Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL diduga menjalin hubungan khusus dengan Wanita Idaman Lain (WIL).

Kejadian ini pun terungkap atas penangkapan yang dilakukan sendiri oleh Keluarga dari Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale.

Hal ini disampaikan keluarga dan masyarakat Desa Makir saat mengadu ke DPRD Kabupaten Belu, (31/05/2021).

Salah satu masyarakat, Aloysius dihadapan Komisi I DPRD menjelaskan sebagai masyarakat di Desa Makir kaget bahwa hari Sabtu kemarin (29/05/2021) ada aksi tangkap kepala Desa mereka, Bonifasius Hale di rumah diduga WIL berinisial WL yang berada di di Haliren (Rumah WL), Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.

Menyambung dari situ, Elias Mali selaku kakak ipar dari Kepala Desa Makir menyampaikan bahwa persoalan penangkapan kemarin, Sabtu malam (29/05/2021) sebagai endingnya dimana mereka sebagai keluarga sudah sekian lama mendapatkan informasi akan hubungan bersama WIL berinisial WT yang saat itu masih juga berstatus sebagai istri dari Ketua DPRD Belu.

“Sebagai keluarga kami sudah tahu, mulai dari waktu itu masih berstatus istrinya Ketua DPRD Belu. Kemudian saat itu kami sempat panggil dia dan interogasi dia namun dia katakan bahwa tidak ada apa-apa karena dia baru kenal. Kami pun diam saja,” tandasnya.

Dijelaskan bahwa waktu pun terus berjalan hingga pada Sabtu Kemarin (29/05), pihak keluarga dari Kepala Desa Makir Bonifasius Hale ini melakukan penangkapan di rumah WIL nya tersebut.

“Ketika kami datang di depan rumah kami sudah parkir memang betul ada satu kendaraan Avanza hitam di depan rumah. Begitu kami sudah berhenti tiba-tiba pemilik oto keluar diikuti dengan Kepala Desa Makir ini dari dalam rumah tersebut sehingga kami dengan beberapa keluarga langsung menuju dia, mau tangkap dia. Kami mau tanya dia kira-kira ada urusan apa di rumah orang lain seperti ini?” Pinta Elias Mali.

Ditambahkan, “Setelah mereka dua keluar saya tanya ini kepada salah seorang pria yang bersama dengan Kades Makir, ini siapa? ini polisi kah? Yang bersangkutan menjawab, ya saya polisi. Saya pun menjelaskan bahwa kami mau tangkap ini orang (Bonifasius Hale) karena ini adalah ipar saya, saya punya adik kandung punya suami. Dia ada buat apa disini, ada urusan apa di orang punya rumah? Lalu pria yang mengaku Kapolsek ini mengatakan itu urusan keluarga saya tidak tahu. Setelah itu Boni langsung lari masuk ke dalam rumah tersebut dan saya langsung ikut tetapi dia langsung kunci pintunya sehingga kami tidak bisa masuk. Pria yang mengaku sebagai Kapolsek pun pergi meninggalkan kami dari rumah tersebut.”

Pihak keluarga ini pun menunggu diluar sembari berkoordinasi dengan Babinsa dan Babinpol setempat untuk datang menyelesaikan persoalan itu.

“Akhirnya Babinsa nya datang tetapi Babinpol belum datang maka kami belum bisa masuk ke dalam rumah itu. Sambil menunggu, tiba-tiba ada satu anggota polisi Buser yang namanya Naris dengan oto datang kemudian dia masuk kedalam rumah itu. Tidak tahu mereka negosiasi seperti apa, setengah jam kemudian si Naris keluar dari pintu depan dan si Boni, Kepala Desa ini ambil oto di belakang gudang dan langsung mau lari keluar sehingga kami hadang disitu pas diujung Rumah,” ujar Elias Mali.

Diterangkan bahwa saat penghadangan tersebut, Bonifasius yang berada didalam mobil itu menancap gas dan hendak menabrak mereka namun secepatnya diletakkan batu besar depan mobilnya sehingga mobil pun terhenti.

“Kami sempat ribut sedikit disitu sehingga masyarakat banyak yang nonton. Nah setelah itu si polisi Naris ini dia ngotot mau bawa kepala desa ke Polres. Kami bilang tidak, kami datang ini karena kami punya keluarga sehingga kami mau tanya dia bukan mau urus di Polisi. Kebetulan waktu itu ada juga Satpol PP karena dia sebagai kepala desa maka kami bawa saja ke Satpol PP. Tetapi polisi Naris tidak mau sehingga dia bawa ke Polres,” imbuhnya.

Elias Mali menyampaikan bahwa mereka menduga si Polisi Naris ini ingin membantu menghilangkan jejak dan bukti dari si Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale.

“Ternyata sampai di Polres sana dia hanya titip saja untuk tahan sementara disini karena kebetulan tidak ada LP nya. Kami bersama Satpol sempat meminta untuk dibawa ke Kantor Satpol-PP tetapi polisi tidak mengizinkan maka kami pun pulang,” urainya.

Kakak ipar dari Kades Makir ini pun menerangkan bahwa karena tidak ada penyelesaian maka pihak keluarga pun ingin menyelesaikan dengan urusan keluarga. Hanya saja pihak dari Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale tidak mengindahkan urusan keluarga tersebut dengan tidak menghadiri jadwal dan acara yang ditetapkan maka pihak keluarga dan masyarakat berinisiatif untuk mengadukan kelakuan Kepala Desa Makir ke DPRD Belu.

“Hari ini kita mau urus tetapi sebenarnya pagi tadi urus tapi ketua suku nya tidak hadir sehingga kami sepakat untuk sudah kita langsung ke DPRD karena perbuatan semacam ini sudah dilakukan berulang-ulang,” tandas Elias Mali.

Untuk diketahui, kedatangan warga dan tokoh masyarakat Desa Makir diterima langsung Ketua Komisi I DPRD Belu, Benedictus Manek di dampingi anggota DPRD Belu Komisi I diantaranya, Eduard Mau Boi, Martina Kolo Hale, Theodorus Manehitu Djuang dan Nini Atok di ruang Komisi I DPRD Belu. (Ronny)

Popular Articles