ATAMBUA, The East Indonesia – Masyarakat Kabupaten Belu diharapkan bersabar karena pemerintah sementara bekerja memulai tahapan untuk mewujudkan visi misi selama 3 tahun kedepan.
Sejak dilantik oleh Gubernur NTT atas nama Menteri Dalam Negeri pada 26 April 2021 lalu, dihari pertama Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, SPPD-KGEH., FINASIM dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, MM langsung bekerja memimpin jajaran eksekutif melaksanakan jalannya pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pelaksanaan tahapan pembangunan.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si kepada media ini di kantornya Senin (07/06/2021).
Salah satu tahapan paling mendasar adalah percepatan penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD 2021-2026 sebagai pedoman dan arah pelaksanaan pembangunan.
Sesuai arahan UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, RPJMD adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang merupakan penjabaran dari visi dan misi kepala daerah terpilih yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program Perangkat Daerah dan lintas Perangkat Daerah yang disertai dengan indikasi kerangka pendanaan.
“Jadi perlu kami sampaikan bahwa pemerintahan ini on the track ya. Untuk melaksanakan semua program prioritas seperti pengobatan gratis dengan menggunakan KTP Belu, pelayanan air bersih perkotaan, perumahan layak huni, penataan kawasan perkotaan, reformasi birokrasi dan sebagainya sementara dalam tahap perencanaan. Kita harus punya dasar hukum untuk melaksanakan semua itu, dan sesuai aturan, dasar hukum yang utama adalah semua rencana program tersebut harus kita masukan dulu dalam Perda RPJMD sebagai rumah besarnya. Setelah itu kita breakdown ke masing-masing OPD untuk dilaksanakan sesuai kewenangannya” paparnya.
Ditambahkan, “untuk pengobatan gratis pastinya sementara dipersiapkan. BP4D, Dinas Kesehatan dan RSUD Atambua sementara mempersiapkannya. Koordinasi terus dibangun dengan beberapa OPD internal seperti Dinas Dukcapil dan Dinas Sosial, maupun pihak eksternal seperti BPJS Kesehatan dan bahkan Kementerian Kesehatan. Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati baru sebulan memimpin daerah ini, jika semuanya sudah siap, pasti akan segera kita luncurkan”, tambah Jap, sapaan pria yang juga menjabat sebagai Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu ini.
Sebagimana diketahui, pada awal bertugas, Bupati Belu langsung melakukan sidak ke RSUD Atambua, memimpin rapat dengan jajaran Dinas Kesehatan dan melaksanakan kunjungan lapangan ke beberapa tempat untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat dan potensi yang ada. Bahkan, selama seminggu yang lalu, Bupati Belu melaksanakan tugas keluar daerah tepatnya ke Jakarta untuk menghadiri undangan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan Pusat, bertemu jajaran Kementerian Dalam Negeri dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.
“Ini semua dilakukan demi percepatan pelaksanaan program-program prioritas yang telah dijanjikan bagi masyarakat Kabupaten Belu. Kita harapkan dan doakan agar semuanya bisa berjalan dengan baik untuk pelayanan kepada masyarakat Belu”, pungkas Jap. (Ronny)


