Thursday, March 12, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Sandiaga Uno: Bima Destinasi Wisata Baru di Indonesia

BIMA, The East Indonesia – Usai mengunjungi situs bersejarah yang masih lestari hingga kini yakni, Uma Lengge, dan ketiks berkunjung ke Desa Wisata Maria, Kecamatan Wawo, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (13/6/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan, Kabupaten Bima, NTB, kini bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.

Saat itu Sandiaga Salahuddin Uno didampingi Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, selaku pasangan public figure yang terkenal dengan kekuatan digitalnya, serta Rigen Rakelna, seorang Stand Up Comedy putra daerah asli NTB.

Turut hadir dan mendampingi Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno diantaranya, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, Walikota Bima H Muhammad Luthfi, Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indra Wirawan, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi NTB Yusron Hadi, Kadis Pariwisata Kabupaten Bima Dahlan Muhammad, Kadis Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Bima Julkifli, Camat Wawo Syarifuddin Bahsyar, Kepala Desa Maria Imran Ibrahim, dan Ketua Pokdarwis Pelopor Desa Wisata Maria Mukhlis Abdul Aziz.

Uma Lengge merupakan bangunan tradisional berbentuk kerucut di bagian atap dari suku Mbojo yang mendiami wilayah di Kecamatan Wawo, Bima. Pada zaman dulu Uma Lengge digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat Wawo juga dimanfaatkan sebagai lumbung padi.

“Daya tarik wisata budaya Uma Lengge sangat langka. Bernilai sejarah tinggi, karena ini adalah situs warisan budaya dari para leluhur suku Mbojo yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tinggi dalam industri pariwisata. Kami akan terus memberikan pendampingan di Desa Wisata Maria agar objek wisata ini tumbuh dan menjadi destinasi wisata baru di Indonesia,” tegas Sandiaga Uno.

Pendampingan itu meliputi, seluruh aspek yang diperlukan oleh desa wisata dengan penyusunan rencana pembangunan desa wisata, dilanjutkan dengan pembangunan sumber daya manusia, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga desa wisata. Kemudian pendampingan institusi desa wisata, serta pembangunan fisik atau infrastruktur dengan melibatkan kementerian dan lembaga-lembaga terkait.

“Bagi kami kebangkitan pariwisata ini dimulai dari desa wisata yang nantinya kita harapkan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi. Kita ingin desa wisata hadir membuka peluang ekonomi dan membuka lapangan kerja serta lapangan usaha seluas-luasnya untuk meningkatkan ekonomi rakyat yang sangat membutuhkan pertolongan. Dalam program pembangunan nasional banyak hal yang belum tersentuh dan bagi kami inilah program yang berkeadilan dan tepat sasaran,” katanya.

Sandiaga mengungkapkan dampak langsung dari kunjungan ke desa wisata yang dilakukan Kemenparekraf memacu kenaikan ekonomi desa yang sangat siginfikan. “Kami mendapat laporan, Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang setelah disentuh dengan kunjungan oleh Kemenparekraf dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, kunjungannya meningkat. Nah, ini adalah dukungan konkret yang telah kami lakukan,” ujarnya.

Diharapkan, desa-desa wisata yang sudah mendapat kunjungan Kemenparekraf mampu tumbuh dengan baik. “Semoga Desa Wisata Maria dengan Uma Lengge ini naik kunjungannya, sehingga akan membuka lapangan usaha bagi warga desa di sini,” tegasnya, seraya berharap, target tahun 2021 dengan adanya “Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021” Kemenparekraf dapat mencatat setidaknya lebih dari 700 desa wisata yang masuk dalam data Desa Wisata Indonesia. (Djk)

Popular Articles