BI Bali Sebut Transaksi Digital Bertumbuh Positif di Triwulan Kedua Tahun 2021

55
FOTO : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho.(Tim)

DENPASAR, The East Indonesia – Bank Indonesia Perwakilan Bali merilis pertumbuhan positif ekonomi Bali pada umumnya pada triwulan kedua tahun 2021. Pertumbuhan positif itu terjadi di tengah terpaan pandemi Covid19 yang melanda dunia saat ini. Dalam Obrolan Santai BI dan Media (OSBIM) di Sanur Bali, Selasa (27/7/2021), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, pada triwulan II tahun 2021 yakni April, Mei, dan Juni, kondisi ekonomi global membaik dan memberikan pengaruh terhadap ekonomi nasional, termasuk juga di Provinsi Bali. Salah satu indikator terlihat dari transaksi ekonomi dan keuangan digital yang tumbuh tinggi, seiring meningkatnya masyarakat berbelanja online. Ia menyebut, menguatnya transaksi online menandai pertumbuhan ekonomi bukan hanya di Bali tetapi juga secara nasional dan global.

Beberapa indikator yang digunakan antara lain perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital teruyama dari transaksi nontunai dan belanja online. Nilai transaksi e-commerce pada triwulan I dan II 2021 meningkat 63,36 persen (yoy) menjadi Rp 186,75 triliun. Nilai transaksi uang elektronik (UE) triwulan I dan II 2021 juga mengalami peningkatan 41,01 persen (yoy) menjadi Rp 132,03 trilyun. Sedangkan, nilai transaksi digital banking pada triwulan I dan II 2021 meningkat 39,39 persen (yoy) menjadi Rp 17.091,76 triliun.

Baca juga :  Bupati Agus Suradnyana Minta UKM Bersatu Tingkatkan Kualitas Kopi Buleleng

Trisno Nugroho mengatakan, BI terus mengoptimalkan seluruh kebijakan untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut.

Ia menyebutkan, beberapa langkah seperti, melanjutkan kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Kemudian, penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif. Selain itu juga, memprcepat dukungan sistem pembayaran yang cepat, aman, dan andal, untuk penyaluran bansos pemerintah dan mendukung eifisensi transaksi online.

“Bank Indonesia terus memepkuat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan untuk implementasi paket kebijakan terpadu dalam rangka menjaga stabilitas sitem keuangan dna meningkatkan kredit kepada dunia usaha pada sektor prioritas termasuk UMKM. BI terus mempercepat implementasi kebijakan sistem pembayaran digital ekonomi inklusif dan efisien melalui perluasan QRIS,” kata Trisno.

Baca juga :  Wisata Halal Perkuat Ekonomi Indonesia

Deputi Kepala Bank Indonesia Bali Rizki Ernadi Wimanda memaparkan, perbaikan ekonomi Bali di triwulan II bisa terlihat dari tracking konsumsi swasta yang meningkat. Begitu juga komoditi RT, seperti penjualan suku cadang, makanan minuman, tembakau, pakaian jadi, tekstil, dan perlengkapan RT. Bahkan banyak perusahaan di Bali yang melakukan investasi di triwulan II. Jika melihat neraca perdagangan juga meningkat dibandingkan triwulan II tahun lalu. “Ekonomi di triwulan II membaik bisa dilihat juga dari nilai ekspor yang meningkat dari 84,3 US dolar menjadi 102,41 UD Dolars. Sementara, impor memang mengalami penurunan dari 10.96 turun menjadi 8,73 US dolars,” kata Rizki.

Menariknya lagi, kata Rizki, kredit perbankan juga mengalami peningkatan. “Triwulan I masih negatif dan triwulan II positif walaupun masih 0,5 %,” imbuhnya. Kredit investasi juga meningkat, termasuk kredit UMKM triwulan II juga naik dari 2 persen menjadi 9 persen. Ia menambahkan, dana pihak ketiga juga membaik. “Dengan kondisi pandemi, transaksi digital QRIS meningkat. Bulan Mei 2021 sebanyak 38,37 M dengan transaksi 483 ribu. Bali menduduki peringkat 7 dari pertumbuhan pemakaian QRIS di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga :  Satgas Pamtas Bersama Masyarakat Budidayakan Bibit Ikan Bandeng

Sementara, jika melihat dari minat berwisata ke Bali sesuai data google travel demand tercatat, sejak awal tahun 2021 hingga Juni 2021 permintaan domestik terhadap penerbangan ke Bali lebih tinggi dibanding periode yg sama tahun sebelumnya. Namun, dengan diberlakukannya PPKM darurat mulai bulan Juli 2021 ini, diprediksi pertumbuhan ekonomi Bali akan kembali akan menurun. Untuk lebih menggairahkan ekonomi Bali maka sektor pariwisata segera diaktifkan. Sertifikat CHSE juga perlu dipertahankan untuk menumbuhkan kepercayaan dunia kepada Bali. Kondisi saat ini adalah pada hotel non bintang di Bali yang belum banyak mendapatkan sertifikat CHSE.

Penulis|Axelle Dhae|Editor|Christovao

Facebook Comments