Monday, April 6, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dirjen Kementan Tanam Jagung Perdana di Lokasi Food Estate Kabupaten Belu

ATAMBUA, The East Indonesia – Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D dan Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si ikut penanaman bibit jagung perdana di lokasi food estate Kabupaten Belu.

Penanaman perdana ini dilakukan di lokasi food estate Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Sabtu (21/08/2021).

Untuk diketahui, sebelum melakukan penananam perdana, Dirjen PSP Kementan ini telah menyerahkan bantuan secara simbolis berupa saprodi dan bibit Jaauna Hibrida Varietas Nasa 29 kepada Bupati Belu.

Pada lokasi food estate di Rotiklot yang akan ditanami jagung ini memiliki luas lahan mencapai 53 Hektare yang terbagi atas 4 blok yaitu blok A, B, C dan blok D.

Turut mendampingi dalam kegiatan penanaman perdana di lokasi food estate tersebut Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH.,FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM.

Hadir pula dalam kegiatan itu, Kepala BWS Nusra ll, Kadis Pertanian Provinsi NTT dan Kadis Pertanian Kabupaten Belu serta pimpinan OPD Belu, Dandim 1605
Belu, Danyon RK 744/SYB, Camat dan Kepala Desa setempat.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D dalam kesempatan sambutannya menyampaikan bahwa Food Estate Belu ini dikawal oleh dua
Kementerian yakni Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian serta akan melibatkan BUMN untuk pemanfaatan hasil dan ini sesuai dengan arahan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kepada petani, Dirjen PSP Kementan RI menyampaikan bahwa usai melakukan penanaman bibit, para petani diharapkan tidak membiarkan lahan yang terbengkalai begitu saja.

“Nanti kita tanam bertahap disemua lahan yang ada. Kita juga akan tanam sorgum sekitar tiga sampai empat hektar untuk menjadi lahan percontohan untuk Food Estate di NTT maupun di Indonesia,” terangnya.

Direncanakan, dalam beberapa bulan ini Menteri Pertanian dan Menteri PUPR akan meninjau langsung lahan Food Estate di Kabupaten Belu dan setelah itu jika tidak terkendala halangan maka Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pun akan datang kesini.

“Saya minta tolong agar dijaga tanamannya setelah kita tanam. Tolong dijaga sampai bisa panen dan mudah-mudahan hasilnya baik mencapai enam ton per hektar. Itu sudah cukup baik karena varietas yang digunakan adalah varietas unggulan,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Dirjen PSP berjanji akan memberikan bantuan alsintan kepada petani yang hasil produksinya lebih baik dari yang lain.

“Jika hasilnya baik, kita kasih hadiah. Nanti kita bantu alsintan buat petani yang hasilnya bagus,” ucapnya.

Dirjen PSP mengharapkan dukungan penuh dari pihak PUPR terkait pengelolaan air Bendungan Rotiklot.

“Nanti nyiramnya pakai jadwal, jangan sampai kelebihan air yang menyebabkan tanaman mati. Tolong siapkan petugasnya sehingga bisa dipantau,” ujarnya.

Ir. Ali Jamil juga mengharapkan agar masyarakat membantu menjaga fasilitas yang ada karena seluruh fasilitas ini dibiayai oleh uang masyarakat.

“Mohon dibantu dan dijaga sehingga tidak sekali tanam saja. Tanam berikutnya alat sprinkle ini masih digunakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH.,FINASIM atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Belu menyampaikan terima kasih kepada Menteri PUPR dan Menteri Pertanian yang sudah memberikan perhatian kepada wilayah Kabupaten Belu untuk kegiatan food estate.

Bupati Belu berjanji, Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu akan menjaga lahan yang ada dengan sebaik-baiknya hingga mencapai keberhasilan demi kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih atas semuanya yang diberikan kepada rakyat Belu dan kami sudah berjanji akan menjaga sampai produksi dan harus berhasil. Semoga kedepannya lahan ini akan meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Belu dimana kita lihat bahwa ini adalah lahan ekstensifikasi. Dulu disini hanyalah hutan, kita tanam sedikit-sedikit kadang hasilnya jadi, kadang tidak jadi. Tetapi hari ini Pemerintah menyediakan bibit, pupuk, dan air. Kami siap menjalani dan menerima ini dengan senang hati dan akan bekerja keras sampai berhasil,” ujarnya.

Untuk diketahui pula, keseluruhan lahan food estate yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Belu untuk lahan penanaman Jagung yaitu seluas Hektare (Ha) dari 559 hektare yang dibagi untuk 3 Desa yakni Rotiklot Desa Fatuketi 53 Ha, yang dibagi lagi menjadi 4 Blok yaitu Blok A 3,5 Ha, Blok B 19,1 Ha, Blok C 17,9 Ha, Blok D 12,5 Ha; Desa Leosama 75 Ha; Haliwen/Umaklaran 20 Ha,

Sementara untuk lahan penanaman Padi seluas 411 Ha dari 559 Ha/ dari 3.377 Ha yang di bagi untuk 3 Desa yakni Desa Fatuketi, Umaklaran dan Manleten.

Penulis|Rony|Editor
Christovao

Popular Articles