Monday, March 23, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Sosialisasi Empat Pilar, Ahmad Basarah Sebut Covid-19 itu Seperti Tentara Siluman Perang

DENPASAR, The East Indonesia – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah tampil sebagai pembicara sekaligus membuka acara Webinar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan tema “Peran Pers dalam Menggelorakan Empat Pilar Kebangsaan dalam Masa Pandemi Covid19” kerjasama PWI Bali di Gedung PWI Bali, Jumat (27/8/2021). Dalam arahannya, Ahmad Basarah mengatakan, di era pandemi Covid19 ini sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia tetap harus digelorakan. Ia menyebutkan, pandemi Covid19 kali ini seperti tentara siluman perang yang membunuh tanpa ampun.

Data pertanggal 23 Agustus 2021 diketahui kasus terkonfirmasi di seluruh dunia sudah mencapai 202 juta orang. Angka kematian sudah mencapai 4,4 juta orang. Peringkat Indonesia di mata dunia awalnya urutan 13. Namun ketika varian Delta melanda Indonesia, korban berjatuhan dan peringkat Indonesia naik pesat mendekati peringkat satu. Kasus kematian meningkat hingga 1000 kasus perhari di bulan Juni hingga Juli 2021.

“Kenapa disebut tentara siluman perang? Sebab kalau di hukum perang yang sesungguhnya maka tentara tidak boleh membunuh Nakes, Lansia, Anak-Anak, dan wartawan. Tapi Covid19 ini tentara siluman perang, membunuh siapa saja tanpa ampun. Hingga saat ini ada lebih dari 1634 Nakes tewas, ada 338 ribu anak usia 18 tahun ke bawah yang terpapar dan 26 ribu Lansia gugur,” ujarnya.

Menurutnya, peran pers dalam menggelorakan empat pilar kebangsaan di masa pandemi Covid19 ini sangat penting. “Pers harus menjadi garda terdepan dalam mengembalikan bangsa ini ke semangat awal yakni persatuan dan kesatuan dan gotong-royong dalam memerangi pandemi Covid19. Perlu harus mendukung kebijakan Jokowi, yang setiap hari berperang melawan pandemi Covid19,” ujarnya.

Salah satunya adalah mengedukasi, menginformasikan yang terbaik dalam perjuangan Pemerintah melawan Covid19. Berdasarkan pengalaman selama ini, ada juga tokoh politik, Ormas tertentu, pengamat, dan sebagainya yang menolak PPKM, menolak program vaksinasi dan sebagainya. Disinilah peran pers untuk mengembalikan dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Media harus mengedepankan kepentingan keselamatan bangsa dari serangan pandemi Covid19 dengan memberikan informasi tentang pelaksanaan Prokes, tidak berkerumun dan sebagainya. Kebebasan berekspresi memang dijamin UU tetapi kebebasan itu dibatasi dengan keselamatan orang lain.(Ad/tim)

Popular Articles