Dijatuhi Sanksi, Kades Makir Nyatakan Loyal Terhadap Putusan Pimpinan dan Memohon Maaf

64
FOTO : Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale Mau.(tim)

ATAMBUA, The East Indonesia – Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale Mau telah dijatuhi Sanksi TEGURAN I oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM atas aduan dari sejumlah masyarakat terkait dugaan kasus tindakan amoral dan dugaan korupsi keuangan Desa.

Sanksi ini tertuang dalam surat bernomor DPMD.010/312/VIII/2021 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM tertanggal 30 Agustus 2021.

Menanggapi akan sanksi yang telah diberikan oleh Bupati Belu, Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale Mau saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Rabu (15/09/2021) menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Belu dan sebagai bawahan dari Bupati Belu, dirinya tetap menunjukkan sikap loyalitas terhadap sanksi yang diberikan untuk ditindak lebih lanjut.

“Sebagai bawahan, saya sangat menghargai dan menghormati putusan atau sanksi yang telah diberikan oleh pimpinan saya dalam hal ini bapak Bupati Belu, dokter Agus Taolin,” pungkasnya.

Dikatakan bahwa dengan sanksi teguran yang diberikan oleh Bupati Belu tersebut maka dijadikanlah sebagai motivasi bagi dirinya sebagai Kepala Desa untuk lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan dan perbuatan ditengah dan bagi masyarakat Makir.

Baca juga :  Danrem 172/PWY Berharap Keberadaan Paguyuban dapat Membantu Penyelesaian Konflik di Papua

“Dengan sanksi teguran oleh Pimpinan itu telah memotivasi saya agar sebagai Kepala Desa bisa lebih berhati-hati dalam berbuat dan bertindak,” tutur pria yang akrab disapa Boni Hale.

Disamping itu, kepada seluruh masyarakat terkhusus warga Desa Makir, Boni Hale mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan dan perbuatan yang telah meresahkan masyarakat.

“Melalui ini saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat saya di Desa Makir. Mungkin dalam masa jabatan awal satu dua tahun ini saya sedikit salah melangkah. Oleh karena itu saya sekali lagi sangat meminta maaf,” ujarnya.

Secara khusus, kepada masyarakat yang sudah membantu mengawasi tindak dan perbuatannya, Kades Boni Hale pun mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf apabila ada kesalahan yang dibuat sebagai Kepala Desa.

Dirinya bahkan menyatakan tidak ada rasa benci dan dendam kepada sejumlah masyarakat tersebut dikarenakan mereka sudah membantunya dalam memperhatikan perbuatan dan tindakan sebagai Kepala Desa.

Baca juga :  Danyonif 407/PK Pimpin Upacara Korp Pindah Satuan

“Saya sangat-sangat berterima kasih kepada masyarakat karena mereka sudah mengawasi saya, memperingati saya sehingga kedepannya saya sebagai Kepala Desa bisa lebih berhati-hati lagi dalam bertindak dan berbuat. Jujur, saya tidak ada niat sama sekali untuk membenci dan mendendam. Saya justru sangat berterimakasih karena itu merupakan bagian untuk koreksi terhadap diri saya sebagai kepala Desa,” tandas Boni Hale.

Sebagai Kepala Desa yang baru menjabat tahun kedua, Boni Hale berjanji akan terus berusaha keras dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Pengabdian saya masih ada beberapa tahun lagi. Saya akan terus berusaha keras memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat demi kesejahteraan kami masyarakat di Desa Makir,” urainya.

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan Sejak beberapa bulan lalu, sejumlah masyarakat mengadukan Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale Mau kepada pihak Pemerintah maupun DPRD Belu terkait dugaan kasus tindakan amoral dan dugaan korupsi keuangan Desa.

Aduan masyarakat ini pun diproses secara hukum yang berlaku di tata pemerintahan Kabupaten Belu.

Tertanggal 30 Agustus 2021, kasus Kepala Desa Makir ini diberi kejelasan pihak Pemerintah Kabupaten Belu.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Hadiri Puncak Peringatan Hakordia 2020 Secara Virtual

Melalui surat bernomor DPMD.010/312/VIII/2021 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM tersebut menjelaskan bahwa menindaklanjuti pengaduan tertulis masyarakat Desa Makir tanggal 31 Mei 2021 perihal Pernyataan Penolakan serta berdasarkan Hasil Pemeriksaan dan Kajian sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale Mau terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 29 Huruf e Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yakni “melakukan tindakan meresahkan sekelompok masyarakat Desa.”

Untuk itu sesuai ketentuan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa maka Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale Mau diberikan Sanksi administratif TEGURAN I.

Sanksi administratif sebagaimana dimaksud mengingatkan Bonifasius Hale Mau untuk memperbaiki kinerja dan/atau sikap perilaku dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban serta tidak melanggar larangan sebagai Kepala Desa.

Dalam surat tersebut meminta agar Teguran I yang diberikan kepada Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale Mau untuk dapat ditindaklanjuti dalam pelaksanaanya.

Penulis|Rony|Editor|Christovao

Facebook Comments