Komisi DPRD Bersama Eksekutif Bahas KUPA PPAS APBD Perubahan Tahun 2021

10
FOTO : Komisi DPRD Bersama Eksekutif Bahas KUPA PPAS APBD Perubahan Tahun 2021.(tim)

SINGARAJA, The East Indonesi – Bertempat di Ruang Muspida Ketua DPRD Kabupaten Buleleng,Senin,(12/9) Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd menghadiri rapat pembahasan KUPA PPAS untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun 2021.

Sekda Suyasa menjelaskan usai rapat, dari rancangan yang dipaparkan, masih ada kekurangan anggaran Rp. 29 miliar dalam perubahan tahun ini. Namun ini bisa diperkecil karena Bagi Hasil pajak (BHP) Provinsi baru saja turun sebesar Rp. 14 miliar, sehingga masih kurang Rp. 15 miliar.

Untuk menutupi kekurangan tersebut ungkap Sekda Suyasa dari hasil pembahasan dimaksud, pihak Legislatif meminta untuk mencermati beberapa komponen anggaran salah satunya mencermati pelayanan BPJS agar lebih selektif lagi terhadap orang-orang yang ditanggung di dalamnya.

Baca juga :  Hujan Ekstrim, Plafon Bandara Ngurah Rai Jebol

Dijelaskan oleh Sekda Suyasa, pihak Eksekutif dalam hal ini SKPD sudah melakukan penyisiran anggaran terhadap kegiatan operasional yang tidak penting sebesar 21 miliar. “SKPD sudah dua kali melakukan refocusing yaitu bulan Maret lalu dan sekarang, kemudian KONI juga mengembalikan hibah sebesar 1,3 miliar,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Sekda Suyasa, nantinya akan ada alternatif-alternatif dalam menutupi kekurangan anggaran ini. “Saat ini kita akan menyusun lagi formulasi-formulasi secara cermat guna menutup kekurangan anggaran perubahan tahun ini. Hal ini yang ditawarkan oleh pihak Legislatif tadi,” paparnya.

Sisi lain ungkap Sekda Suyasa, pendapatan tahun ini kelihatan naik dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Buleleng, RS Giri Emas dan Tangguwisia Buleleng. Hal ini dikarenakan tingkat kepercayaan terhadap pelayanan rumah sakit sudah meningkat. ” Saat ini masyarakat sudah tidak takut lagi ke rumah sakit, tingkat layanan sudah makin baik, penanganan pasien Covid-19 dan non Covid sudah makin baik. Hal ini yang mendongkrak pendapatan BLUD,” pungkasnya.**

Baca juga :  Bupati Willy Tegaskan Excavator KKP Sudah Ada di Belu Sebelum Proposal Dibuat Kelompok Paroki Atapupu

Penulis|Wismaya|Editor|Christovao

Facebook Comments