Dua Dusun di Desa Renrua, Belu Berharap Segera Dapat Aliran Listrik

34

ATAMBUA, The East Indonesia – Pihak Pemerintah Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu telah memasukkan permohonan untuk mendapatkan akses jaringan listrik di dua dari tujuh dusun yang ada di desanya sejak Bulan Agustus 2018 yang lalu.

Namun hingga 3 tahun berjalan, permohonan perluasan jaringan listrik di dua dusun Renrua yang merupakan Desa perbatasan kabupaten Belu dan kabupaten Malaka ini tidak pernah diakomodir oleh pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Menanggapi kegelisahan kegelapan yang ada di tengah masyarakat, Kepala Desa Renrua, Eduardus Kidamanto Bau untuk kesekian kalinya mendatangi  PT. PLN (Persero) Rayon Atambua untuk mengecek kepastian perluasan jaringan listrik di dua dusunnya, Kamis (16/09/2021).

Tak membawa permohonan yang baru, Kepala Desa Renrua ini datang hanya membekali arsip permohonan yang diberikan kepada PT. PLN (Persero) Rayon Atambua tertanggal 13 Agustus 2018.

Untuk diketahui, surat permohonan perluasan jaringan listrik dari Pemerintah Desa Renrua Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu bernomor Ds.Rnr.140/326/VIII/2018 tersebut ditujukan langsung kepada Manajer PLN Rayon Atambua.

Berikut isi surat permohonan perluasan jaringan listrik dari Pemerintah Desa Renrua yang ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Renrua, Eduardus Kidamanto Bau.

Sesuai perihal surat diatas, maka kami atas nama masyarakat Renrua, menyampaikan permohonan kepada Bapak selaku Manager Rayon PLN Kabupaten Belu, untuk perluasan Jaringan listrik. Di wilayah Desa Renrua terdapat 2 Dusun dengan jumlah 36 KK, 160 Jiwa dengan jarak 800m dari rumah pertama sampai rumah terakhir yang belum terjangkau jaringan listrik PLN. Sementara 7 Dusun lainnya yang sudah menikmati listrik PLN hal ini menjadi kesenjangan sosial di wilayah Desa Renrua. Untuk itu kami mohon kepada pimpinan PLN Rayon Atambua Kabupaten Belu menyelesaikan sisa pemasangan jaringan listrik PLN di Dua Dusun tersebut.

Baca juga :  HUT Kowal, Kasal: Kowal Konsisten dengan Komitmen Tugas yang Utama

“Hari ini saya mewakili masyarakat Renrua kembali mengecek ke pihak PLN Atambua karena tahun 2021 ini kami lihat di teman-teman desa tetangga sudah ada kegiatan listrik masuk dusun. Jadi dusun-dusun itu sudah teraliri oleh jaringan listrik. Sementara di desa Renrua khususnya 2 dusun yang kita sudah masukan permohonannya sejak 2018 belum saja terjawab. Kami datang mengecek lagi karena jangan sampai PLN sudah lupa akan dua dusun di desa kami,” pungkas Kepala Desa Renrua, Eduardus Kidamanto Bau saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Kamis (16/09/2021).

Digambarkan bahwa sejak tahun 2018  terdapat Program Pemerintah pusat untuk listrik masuk desa, 7 dari 9 dusun yang ada di Desa Renrua sudah dijangkau oleh jaringan listrik dari PLN.

Sejak saat itu tersisa 2 dusun yang belum dialiri jaringan listrik. Padahal letak kedua dusun ini merupakan dusun perbatasan Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.

Kedua dusun tersebut yaitu dusun Tarutu dan dusun Lalerekiik. Saat ini, keduanya memiliki sekitar 77 Kepala Keluarga (KK).

Baca juga :  Launcing Tim Khusus Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 dan Penegak Disiplin Berbasis Ojek Online

“Kami disana ada 9 dusun dan dari 9 itu ada 2 Dusun yang tidak sempat dijangkau oleh jaringan listrik dari PLN. Saat itu saya langsung memasukkan permohonan ke pihak PLN di Atambua,” tutur Kades yang akrab disapa Erwin Bau.

Diungkapkan bahwa pertemuan tadi guna mengecek permohonan sejak 2018 silam, dirinya selaku Kepala Desa Renrua langsung bertemu dengan petinggi PLN rayon Atambua. Mereka janjikan akan eksekusi dengan waktu yang tidak bisa dipastikan.

“Tadi kita sudah bertemu langsung dengan salah satu petinggi di PLN di Atambua. Pihaknya menyampaikan untuk kami masih harus menunggu. Entah kapan, mereka belum bisa menjanjikan untuk tahun ini direalisasikan. Pihak PLN hanya memberikan kepastian bahwa kedepannya pasti akan ada jaringan listrik masuk ke dua dusun kami di Renrua,” tandas Erwin.

Tanggapan dari pihak PLN tersebut tentunya membuat Kepala Desa Renrua merasa kecewa. Dirinya mempertanyakan bahwa entah sampai kapan masyarakat di dua dusunnya bisa merasakan juga aliran jaringan listrik.

“Sejak 2018 kita masukkan permohonan ini yang ada janji terus. 2019 kita cek. 2020 kita cek. Dan hari ini di tahun 2021 dicek lagi. Namun kita kembali diberikan jawaban ketidakpastian. Kami bersama masyarakat sedih karena Indonesia sudah merdeka tetapi kami belum bisa merasakan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pinta Erwin Bau.

Karena itu, Kepala Desa dan masyarakat Desa Renrua berharap pihak PLN dapat segera merealisasikan permohonan perluasan jaringan listrik di dua dusun tersisa karena jarak dekat jaringan listrik di dusun desa lainnya hanya berkisar beberapa meter.

Baca juga :  Kodim 0311/Pessel Dukung Operasi Yustisi

Selain mengeluhkan hal tersebut, Kepala Desa Renrua juga mengungkapkan bahwa baik jalan, air bersih maupun perumahan layak huni belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat setempat.

“Selain listrik, pengalaman yang membuat desa Renrua belum merasakan kemerdekaan yaitu jalan yang rusak, air bersih dan perumahan layak huni. Kita sepertinya selalu dianaktirikan. Padahal kita selalu mengusulkan di tingkat musrembang kecamatan. Tetapi tidak pernah direspon dan dieksekusi. Ada apa? Atau mungkin karena kami dari desa Renrua tidak ada orang ‘pintar’ ditingkat atas kabupaten, provinsi dan pusat makanya kami tidak diperhatikan,” urai Erwin.

Pihaknya berharap Pemerintah  Kabupaten, Provinsi maupun Pemerintah Pusat bisa lebih memperhatikan masyarakat di Desa Renrua.

Manager Unit Layanan Pelanggan Atambua PLN Persero Unit Induk Wilayah NTT, Carlos Neves saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa usulan listrik dusun dikirim ke Provinsi sehingga akan direalisasikan secara bertahap.

“Kita di Atambua kalau ada usulan dari masyarakat, kita survey dan data survei tersebut kita kirim di ProvInsi. Karna usulan listrik dusun banyak yang kita usul jadi semuanya bertahap intinya data survei sudah kita kirim,” pungkasnya.

Penulis – Ronny| Editor – Igo

Facebook Comments