Kades Ekin di Belu Ganti Penerima Bantuan Beras PPKM dengan Kerabatnya

62
FOTO : Kades Ekin di Belu Ganti Penerima Bantuan Beras PPKM Dengan Kerabatnya.(tim)

ATAMBUA, The East Indonesia – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat akibat pandemi covid-19 tentunya disadari akan menekan perekonomian masyarakat. Karena itu Pemerintah membuat satu kebijakan lagi dengan memberikan bantuan sosial (bansos) melalui Program Bantuan Beras PPKM sebanyak 10 kilogram per keluarga penerima manfaat (KPM).

Bantuan beras PPKM tersebut didistribusikan oleh PT Pos Indonesia (Persero) kepada puluhan juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Data penerima bantuan beras PPKM didapat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan diserahkan datanya kepada Kementerian Keuangan.

Tak ketinggalan, bantuan beras PPKM ini juga diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Namun mirisnya, di Desa Ekin, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu terdapat kejadian meresahkan oleh aparat Desa dan petugas yang membagi beras tersebut dimana mereka menggantikan penerima bantuan yang tercantum namanya dalam data penerima bantuan dengan orang lain.

Pergantian ini dilakukan hanya karena saat itu orang yang namanya tercantum sebagai penerima bantuan tidak berada ditempat penerimaan dan dilaporkan nama oleh aparat Desa bahwa nama-nama tersebut tidak ada di Desa Ekin.

Sedihnya, orang lain yang diganti ini diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan Kepala Desa Ekin, Vinsensius Luan Bere.

Hal tersebut membuat masyarakat yang bersangkutan melakukan aksi protes kepada aparat desa dan petugas yang membagikan bantuan saat itu.

Masyarakat pun mengadukan hal ini kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ekin yang bisa dianggap sebagai “parlemen”-nya desa.

Menindaklanjuti hal tersebut, BPD desa Ekin menggelar klarifikasi dengan aparat dan beberapa masyarakat Desa Ekin serta dihadiri oleh Sekertaris Camat Lamaknen Selatan di Kantor Desa Ekin, pada Jumat (17/09/2021).

Klarifikasi tersebut dipandu oleh Herminus Suri Lebo sebagai salah satu anggota BPD Ekin dan dipimpin oleh Ketua BPD Ekin, Simon Petrus Asa.

Dalam klarifikasi tersebut menyebutkan bahwa penerima bantuan beras PPKM di Desa Ekin terdapat 22 nama.

Dari 22 nama tersebut, yang diganti namanya ada 2 orang yaitu Barbara Kolo Bau (108) dan Oktovianus Mali Bele.

Baca juga :  Operasi Yustisi dan Bagi Masker Untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Patuhi Prokes

Barbara Kolo Bau atau Barbara Seri yang umurnya menginjak 108 tahun memiliki alamat di dusun Koin, RW 03 RT 08, Desa Ekin, Kecamatan Lamaknen Selatan. Sementara Oktovianus Mali Bele beralamat di dusun Bianlai, Desa Ekin, Kecamatan Lamaknen Selatan.

Dari kedua nama ini, Oktovianus Mali Bele diganti oleh Ade Irma Suryani Koe (Anak Perangkat Desa Ekin) dan Barbara Kolo Bau diganti dengan Dominikus Halek (Bapak kandung Kepala Desa Ekin).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Ekin, Vinsensius Luan Bere menjelaskan bahwa selama penyaluran beras itu tidak pernah ada penyampaian secara tertulis kepada pihak Desa Ekin.

Digambarkan bahwa waktu pembagian itu dirinya sebagai Kepala Desa baru pulang dari kota Atambua. Sekitar pukul 4 sore terdapat mobil yang parkir di kantor desa dengan membawa beras.

“Ada oto parkir disini (Kantor Desa Ekin) baru saya juga kaget hari ini ada penyaluran beras. Saya juga tidak tahu,” ujar Vinsen.

Bersama petugas, dirinya dan beberapa aparat desa menunggu para penerima bantuan beras PPKM namun diakui bahwa pihaknya tidak mengundang para peserta tersebut.

“Peserta yang datang juga saya tidak undang. Mungkin ada pendamping yang kontak mereka sehingga mereka sendiri-sendiri datang,” tandas Luan Bere.

Dikatakan, mereka pun terus menunggu hingga hampir jam 5 sore waktu setempat. Para petugas pun sudah buru-buru pulang. Saat itu diakui dirinya sebagai kepala Desa bertanya kepada pendamping terkait nama yang tidak jelas yaitu Barbara Kolo Bau dan Oktovianus Mali Bele.

Dikatakan tidak jelas karena Oktovianus Mali Bele dinilai belum berkeluarga dan Barbara Kolo Bau dikatakan sudah meninggal dunia.

“Tentang Oktovianus Mali Bele dan Barbara Kolo dalam keadaan data tidak ada, kartu keluarga juga tidak ada. Jadi saya tanya kepala dusun bahwa Oktovianus Mali Bele ini KK (Kartu Keluarga) dimana? Kepala dusun juga tidak tahu. KK atas nama itu tidak ada. Sementara Barbara Kolo Bau di Koin ini tidak ada, dulu yang Lorens pun istri itu (sudah meninggal). Saya pikirkan yang ada Barbara Seri di dusun Koin ini,” tutur Kades Ekin.

Baca juga :  Danrem 091/ASN Video Conference dengan Pangdam VI/Mulawarman, Cegah Penyebaran Covid-19

Sambungnya, “Akhirnya petugas juga sudah hampir jam 5 jadi buru-buru pulang. Saya tanya ke adik pendamping bagaimana nama yang tidak jelas. Adik pendamping bilang bapak desa bisa diganti dengan orang lain? Saya bilang bisakah? Dijawab bisa ganti,” pinta Vinsen Luan Bere.

Karena itulah, Kades Ekin pun mengangkat handphone dan menelpon Yohanes Loe dan menyuruh Dominikus Halek untuk datang menerima bantuan beras PPKM menggantikan dua nama penerima sesungguhnya.

“Saya telpon bapak Yohanes Loe suruh itu Irma (Ade Irma Suryani Koe) terima karena dong KK jelas. Karena kita kasih nama yang belum jelas, petugas juga sudah mau pulang. Siapa yang mau jaga beras disini? Satu lagi saya suruh bapatua Dominikus Halek terima. Itu betul,” pungkas Vinsen Luan Bere.

Karena pergantian atas persetujuan pendamping maka Kepala Desa Ekin melempar tanggung jawab kepada pendamping dan Dinas Sosial kabupaten Belu.

“Kalau waktu itu jawaban adik pendamping tidak bisa ya saya juga tidak berani ganti. Sehingga waktu itu tulis berita acara saya tinggal tanda tangan saja, pendamping yang tulis. Saya bukan pemilik mekanisme. Itu adik-adik pendamping dan dinas sosial saya tidak punya mekanisme. Yang tahu pendamping dan dinas sosial sehingga hari ini dinas sosial harus hadir. Kami disini hanya tahu tentang ADD saja tetapi kalau macam PKH, Rastra , sembako itu kita tidak tahu,” tutur Kades Ekin, Vinsen Luan Bere.

Menyambung dari situ, Pendamping Beras PPKM waktu itu, Sebastiana Untung S.Sos menjelaskan bahwa pembagian beras PPKM dilaksanakan di seluruh desa yang ada di Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu terjadi pada tanggal 12 Agustus 2021.

“Waktu itu tanggal 12 Agustus kita bagi beras PPKM . Kami bukan bagi di Desa Ekin saj tetapi di seluruh desa yang ada di Lamaknen Selatan, ada 8 desa,” pintanya.

Diterangkan bahwa sekitar hampir jam 4 sore, mereka beranjak dari Desa Nualain ke Desa Ekin.

“Kami dari Nualain itu sudah jam 4 karena kita masih tunggu beras yang diantar,” ujar Sebastiana.

Baca juga :  Kerja Sudah Terbukti, 13 Desa di Seririt Dukung Koster - Ace

Dijelaskan bahwa dalam pembagian, mereka selalu mengkonfirmasi dengan kepala Desa untuk memastikan nama-nama penerima bantuan beras PPKM ini semuanya masih berada di Desa Ekin.

“Kami datang itu kami konfirmasi dulu dengan bapak kepala Desa, apakah betul nama-nama orang ini masih ada semuanya atau ada yang sudah meninggal atau tidak dikenal atau bagaimana,” tutur pendamping Sebastiana.

Ditambahkan,” Sekarang sampai di Oktavianus Mali Bele kami tanya bapak desa dan tunggu saya panggil kepala dusun dulu mungkin saya tidak kenal ini KK-nya (Kartu Keluarga) belum ada. Sampai di kepala dusun bilang saya tidak kenal ini warga ini. Terus untuk Barbara Kolo Bau kata bapak desa itu orang sudah meninggal. Jadi karena bapak desa bilang ini orang sudah meninggal jadi saya telpon orang dinas bagaimana dengan orang tidak dikenal dan orang yang sudah meninggal jawabannya untuk yang Oktavianus karena belum berkeluarga terus orang tuanya katanya veteran itu tidak bisa. Minta maaf aturannya seperti itu. Terus karena Barbara Kolo Bau ini sudah meninggal jadi kita ganti.”

Pendamping Beras PPKM waktu itu, Sebastiana Untung S.Sos mengatakan bahwa dirinya menanyakan hal tersebut kepada pihak Dinas Sosial kabupaten Belu dan memberi Jawa bisa diganti maka dilakukanlah pergantian penerima bantuan.

“Saya tanya orang dinas bilang bisa diganti ya kami ganti. Kami tidak ambil keputusan sendiri. Kami ikut aturan,” tandasnya.

Jawaban Kepala Desa Ekin dan pendamping beras PPKM waktu ini menuai aksi protes dan saling jawab antara masyarakat dan aparat desa.

Akhirnya menengahi itu, Sekertaris Camat, Rius Bele meminta kepada masyarakat bersangkutan dan aparat desa serta pendamping merendah diri dan menyelesaikan persoalan tersebut secara baik.

Dalam kesepakatan terakhir, masalah ini tidak akan diperpanjang dengan membuat surat pernyataan dari pihak-pihak yang bersangkutan. Para penerima yang diganti namanya pun bersedia akan menerima bantuan lagi apabila namanya tercantum dalam pembagian bansos terkait.

Penulis|Rony|Editor|Christovao

Facebook Comments