DENPASAR, The East Indonesia – Aliansi Hindu Nusantara sebagai representasi umat Hindu di Indonesia yang terdiri dari organisasi – organisasi seperti seperti DPP Amukti Palapa Nusantara (APN), Baladika Angungah Santi, Brahmastra, Kaula Nindihin Bali, Keluarga Ajik Aura, Laskar Bali Santi, Latengiu, Pedukuhan Budhaireng, Pesraman Kayu Manis, PGN Cakra Taksu Bali, Poros Muda Kemanusiaan, Pura Dalem Balangan, Puri Kesiman, Sandhi Murti, Swastika Bali, Team Hukum Nusa Bali, Warih Satara, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, Yayasan Bima Sakti, Yayasan Dharma Murti Jembrana, Giri Tohlangkir, dekornas Puskor Hindunesia, Dekorwil Hindunesia merasa terpanggil untuk menjaga ajaran leluhur Nusantara yang sedang digrogoti oleh kelompok Sampradaya Asing seperti Hare Krsna, Sai Baba dan sebagainya.
Aliansi merasa perlu gerakan menolak Sampradaya Asing tersebut sebagai bagian Hindu Bali/Nusantara, yang sampai saat ini masih bercokol di bumi Nusantara. Untuk itu moment pembersihan dan pemurnian PHDI menjadi bagian tangga perjuangan yang harus didukung, karena selama ini ternyata PHDI Pusat 2016 – 2021 merupakan tempat dimana terjadi pemahaman akan Hindu Bali/Nusantara yang keliru, dan cendrung menyesatkan umat.
Statemen yang bisa menyesatkan ini terungkap dari pernyataan Ketua Umum PHDI Pusat 2016– 2021, yang menyatakan bahwa Hindu adalah terdiri dari Sampradaya, dimana Hindu Bali adalah Sampradaya seperti halnya Sampradaya Hare Krsna, Sai Baba dan sebagainya.
Aksi damai Aliansi Hindu Nusantara ini, adalah wujud pemberian dukungan kepada PHDI Pusat 2021 – 2026 hasil Mahasaba Luar Biasa, meminta pemerintah untuk mencegah Mahasaba XII yang merupakan Mahasaba ilegal karena dilakukan oleh pengurus demisioner dan memohon Presiden untuk mempertimbangkan lagi agar tidak menghadiri dan membuka Mahasabha yang ilegal ini.
Semua hal tersebut di atas adalah implementasi penolakan terhadap Sampradaya Asing yang berkamuflase sebagai Hindu. Dimana ajaran Sampradaya asing ini telah meracuni para sebagian besar pengurus PHDI Pusat 2016 – 2021 demisioner.
Editor|Axelle Dhae


