Sunday, February 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bupati Agus Taolin Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Monumen Pejuang Timor-Timur

ATAMBUA, The East Indonesia – Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Monumen Pejuang Timor-Timur di Salore, Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Kamis (28/10/2021).

Ground breaking / peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan monumen persis di garis batas negara Republik Indonesia dan negara Republik Demokratik Timor Leste.

Peletakan batu pertama oleh Bupati Belu ini didampingi langsung Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT), Eurico Guetrres, Dandim 1605/Belu, Letkol (Inf) Wiji Untoro, Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto, Ketua DPW FKPTT Provinsi NTT, Angelino Da Costa dan Ketua DPD FKPTT Kabupaten Belu, Agustinho Pinto.

Pantauan awak media, sebelum peletakan batu pertama digelar ziarah dan tabur bunga bersama di Taman Makam Pahlawan (TMP) Seroja khususnya untuk almarhum Panglima Pejuang Pro Integrasi (PPI), Joao Da Silva Tavares.

Ziarah dan tabur bunga bersama di TMP Seroja ini dihadiri Ketua DPC Gerindra Kabupaten Belu, Januaria Awalde Berek dan pengurus.

Selanjutnya digelar upacara yang dipimpin Ketua Umum DPP FKPTT, Eurico Guterres dan diikuti perwakilan dari 13 eks Kabupaten pejuang Timor-Timur serta dilakukan ritual adat oleh tokoh adat perwakilan 13 eks Kabupaten Timor-Timur di lokasi pembangunan monumen Pejuang Timor-Timur.

Selain upacara dan ritual adat, juga dilakukan pemberkatan oleh Rm. Frans Teku, Pr.

Ketua Umum Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur, Eurico Guterres dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Belu untuk melakukan peletakkan Batu pertama pembangunan monumen pejuang Timor-Timur.

“Saya atas nama Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur yang anggotanya 11.485 orang hari ini tanggal 28 Oktober 2021 saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati yang berkenan hadir dan sudah bersedia melakukan peletakan batu pertama pembangunan monumen pejuang Timor-Timur,” ungkap Guterres.

FOTO : Peresmian Monumen Perjuangan.(tim)

Guterres menyampaikan tujuan dan maksud dilakukannya pembangunan monumen ini yaitu mengenang jasa para pejuang yang telah gugur, mengorbankan jiwa raganya untuk bangsa Indonesia.

“Jadi sekali lagi saya tegaskan untuk kita semua yang hadir di tempat ini bahwa kita melakukan peletakan batu pertama tidak ada tujuan lain kecuali mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur. Selanjutnya kita melanjutkan perjuangan untuk mendapatkan hidup yang sejahtera, hidup layak sebagai anak-anak bangsa Indonesia yang tetap setia kepada NKRI,” katanya.

Sementara itu Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin dalam sambutannya mengatakan hari ini bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda kita meletakkan batu pertama pembangunan monumen untuk mengenang perjuangan pahlawan-pahlawan integrasi Timor-Timur yang telah gugur.

Bertepatan juga dengan hari hari ini di beberapa puluh tahun yang lalu masyarakat Indonesia melakukan sumpah pemuda yaitu Satu Tanah Air, Tanah Air Indonesia, Satu Bahasa, Bahasa Indonesia dan Satu Bangsa, Bangsa Indonesia.

“Jadi hari ini kita dalam situasi kondisi yang berbeda, kita meletakkan batu pertama untuk membulatkan tekad berjanji bukan untuk berperang lagi, tetapi kita berjanji untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, membangun masyarakat pejuang eks Timor-Timur dari berbagai generasi supaya menuju ke masyarakat yang lebih baik dan sejahtera ke depannya,” tandas dr. Agus Taolin.

Menurut Bupati, untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera perlu adanya persatuan dan pemerintah harus hadir ditengah-tengah masyarakat untuk memperjuangkan itu.

“Saya kira syaratnya satu saja yaitu bersatu, dan pemerintah harus berada ditengah-tengah masyarakat untuk memperjuangkan itu,” katanya.

Pemerintah tegas Bupati, hadir tidak membeda-bedakan, tetapi hadir untuk seluruh masyarakat demi kemajuan bersama.

“Dan ini komitmen dari pemerintah, jadi mari kita bersama-sama berdiri di bawah terik matahari ini untuk meletakkan batu ini sebagai monumen perjuangan untuk mengisi perjuangan dari pahlawan yang gugur,” pungkasnya.

Penulis – Rony|Editor – Christovao

Popular Articles