ATAMBUA, The East Indonesia – Rencana adanya mutasi birokrasi yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu kian hangat diperbincangkan oleh Publik.
Hal ini lantaran mutasi ini akan menjadi mutasi pertama pada masa pemerintahan yang baru dibawah kepemimpinan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM usai mengalahkan sang petahana pada Pilkada Belu 2020 yang lalu.
Menanggapi isu mutasi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si membenarkan akan adanya mutasi. Akan tetapi, dirinya meminta kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Belu tetap fokus bekerja tanpa perlu terpengaruh rencana mutasi tersebut.
“Mutasi adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi, termasuk pemerintah. Jadi ASN dimanapun saat ini ditugaskan, tetaplah bekerja melaksanakan tugas secara baik. Fokus pada pencapaian target yang sudah ditetapkan, dan tidak usah memikirkan sesuatu yang bukan kewenangannya,” Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin,SE, M.Si saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Minggu (31/10/2021).
Ditambahkan, “Kita masih dalam situasi pandemi, perlu upaya ekstra, kerja keras, serap anggaran yang sudah dialokasikan sehingga masyarakat dapat merasakannya. Fokus pada penyelesaian tugas pokok masing-masing sehingga target yang sudah ditetapkan dapat dicapai pada akhir tahun anggaran yg masih tersisa efektif 2 bulan saja.”
Ketika ditanya isu keterlibatan tim sukses dalam mengatur mutasi, Sekda yang dilantik oleh Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM pada tanggal 1 Oktober 2021 lalu ini tegas membantahnya.
“Tidak ada itu, dan tidak benar. Saya sebagai Ketua Baperjakat menjamin, semua sesuai prosedur. Baperjakat bekerja dalam diam. Semuanya rahasia. Kalau ada pihak2 lain yg mengaku punya pengaruh mengatur ini itu, sampaikan ke saya, terutama kalau dari kalangan ASN. Itu artinya yang bersangkutan perlu diberikan pemahaman tambahan terkait tugas pokok dan fungsinya sebagai ASN, dan etika dalam pelaksanaannya,” tegas pria yang akrab disapa Jap Prihatin.
Ketika ditanya waktu pelaksanaan mutasi, Jap Prihatin mengatakan bahwa soal waktu, pihaknya belum mendapatkan petunjuk dari Bupati Belu.
Penulis – Rony|Editor – Christovao


