ATAMBUA, The East Indonesia – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menargetkan akan mencapai Universal Health Coverage (UHC) melalui peningkatan kualitas layanan.
Hal ini disampaikan Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta, Ir. David Bangun, M.Eng IPU Asean Eng dalam acara pelaksanaan media workshop dan anugerah lomba karya jurnalistik BPJS Kesehatan tahun 2021 hari II, Jumat (29/10/2021).
Untuk diketahui kegiatan tersebut diikuti sekitar 700 media nasional dan daerah yang dilakukan secara daring dari wilayah kerja masing-masing.
Kegiatan ini pada hari I dipimpin langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc.,Ph.D, AAK dan dihadiri jajaran BPJS Kesehatan dan awak Media se-Indonesia.
Pada BPJS Kesehatan cabang Atambua sendiri diikuti oleh Kepala BPJS Kesehatan Atambua, Munaqib bersama 2 orang staf BPJS Atambua serta 4 media diantaranya RRI Atambua, Kilas Timor.com, Go Berita.id dan The East Indonesia di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Atambua.
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta menjelaskan bahwa beberapa sasaran pada tahun 2024 mendatang yaitu 100% penduduk memiliki NIK, akta kelahiran, buku nikah, pencatatan perceraan, kematian serta penyebab kematian.
Pada tahun 2024 di targetkan juga 98% penduduk mendapatkan perlindungan
sosial.
Target berikutnya, 183 per 100.000 kelahiran hidup angka kematian ibu dan 9,18 tahun rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas.
Selanjutnya ditargetkan 40% rumah tangga miskin dan rentan memiliki aset produktif dan Indeks Perlindungan Anak 73,49 % serta Indeks Pembangunan Pemuda: 57,67%.
“Target kita pada tahun 2024 nanti akan mencapai kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional mencapai 98% dari jumlah penduduk Indonesia dan jumlah Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan mencapai 112,9 juta jiwa,” tutur David Bangun.
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta ini juga menerangkan UHC diwujudkan melalui optimalisasi strategi rekrutmen peserta di seluruh segmen kepesertaan baik itu Bukan Pekerja, Pekerja Bukan Penerima Upah, Pekerja Penerima Upah, PBI-JK, PBPU dan BP Pemda.
Untuk mencapainya, David Bangun mengharapkan agar adanya sinergi bersama stakeholders dan masyarakat dalam mencapai Indonesia Universal Health Coverage dan cakupan kepesertaan JKN minimal 98% pada tahun 2024 mendatang.
Penulis – Rony|Editor – Christovao


