Gubernur Bali Minta Bupati dan Walikota Tegas Pelaksanaan Prokes

25
Gubernur Bali, Wayan Koster. FOTO - IST.

DENPASAR, The East Indonesia – Gubernur Bali I Wayan Koster meminta kepada para bupati dan walikota untuk tetap tegas menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) dan tidak lengah dengan melandainya kasus Covid19 di Bali. Bukan hanya kepada para bupati dan walikota, Koster juga meminta kepada desa adat di Bali agar dengan tegas menjalankan Prokes, menindak setiap pelanggar Prokes tanpa kecuali.

“Kepada para bupati, walikota, camat, kepala desa, lurah, dan Bandesa Adat se-Bali serta seluruh komponen masyarakat agar terus bekerja keras, tanpa lelah, melakukan upaya serius dengan mengambil langkah secara bersama-sama bergotong-royong untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya di Denpasar, Jumat (5/11/2021).

Menurut Koster, ketegasan pelaksanaan Prokes sangat penting sebab kasus di Bali sudah sangat landai. Bali sudah masuk level 2. Pergerakan ekonomi sudah mulai menggeliat. Sejak tanggal 30 Agustus 2021, pencapaian penanganan Pandemi Covid-19 di Bali terus membaik, ditandai dengan penambahan kasus baru Covid-19 sudah terus menurun, melandai, dan stabil dibawah 30 kasus. Kemarin misalnya, muncul kasus baru sebanyak 19 orang, jumlah yang sembuh 18 orang, yang meninggal sebanyak 2 orang (konsisten dibawah 5 orang perhari), dan jumlah kasus aktif terus menurun secara konsisten mencapai 280 orang. Dari jumlah itu, perawatan di Rumah Sakit sebanyak 89 orang dan yang di isolasi terpusat sebanyak 191 orang. Jumlah kesembuhan secara kumulatif terus meningkat dan sudah mencapai 96,41%.

Baca juga :  Yap Prihatin Terpilih Jadi Ketua Inkai Cabang Belu

“Dengan mulai menurunnya kasus baru Covid-19, meningkatnya angka kesembuhan, menurunnya angka perawatan di Rumah Sakit (hospitality rate), dan menurunnya tingkat kematian akibat Covid-19, Pemerintah Pusat telah mengumumkan bahwa mulai tanggal 1 November 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Bali diturunkan ke level 2. Jangan sampai lengah lagi. Harus disiplin, tegas dan terukur,” ujarnya.

Pencapaian vaksinasi semakin maju, suntik ke-1 sudah mencapai 100,4% dan suntik ke-2 sudah mencapai 86,8%. Meskipun warga sudah mengikuti vaksinasi tidak sepenuhnya menjamin terbebas dari penularan Covid-19.

Meskipun demikian, masyarakat tidak boleh menyikapi dengan euforia yang berlebihan, tetapi harus tetap waspada mengingat kita masih berada dalam masa Pandemi Covid-19, yang sangat berbahaya terjadi penularan, terlebih lagi sudah muncul adanya varian baru Mu yang telah terjadi di beberapa negara.

Baca juga :  Jelang Pertarungan Pilkada Belu 2020, AT-AHS Ziarah Ke Pekuburan Raja Mandeu

Dengan semakin baiknya pencapaian penanganan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali, Pemerintah pusat telah memberikan kepercayaan dan merencanakan beberapa even Internasional yang akan diselenggarakan di Bali. Ada banyak event berskala dunia seperti Indonesian Badminton Festivals 2021 yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 November – 7 Desember 2021, diikuti oleh 38 negara yaitu 24 negara yang menjadi pemain dan 14 negara yang menjadi wasit. Pertemuan ke-4 Konferensi Para Pihak (COP4) Konvensi Minamata tentang Merkuri, yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 – 25 Maret 2022 diikuti oleh 135 negara.

Global Platform for Disaster Risk Reduction (Pengurangan Risiko Bencana) yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 28 Mei 2022, diikuti oleh 193 negara. Konferensi Presidensi G-20, yang akan dilaksanakan selama setahun, mulai Bulan Desember 2021 dan pertemuan puncak Presidensi G-20 tanggal 30 – 31 Oktober 2022.

Baca juga :  Hampir Setahun Pemda Belu Masih Saja Koordinasi Pelantikan Kepala Desa Rafae Terpilih. Ada Apa?

Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali telah menyepakati membuka wisatawan mancanegara mulai pada tanggal 14 Oktober 2021 untuk 19 negara dengan menerapkan prinsip resiprokal. Berkaitan dengan ketentuan wisatawan mancanegara telah dilakukan perubahan persyaratan sesuai Addendum SE Satgas Nasional Nomor 20 Tahun 2021, khususnya ketentuan masa karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), Wisatawan Mancanegara, yaitu:
Menunjukan kartu vaksinasi.Hasil negatif swab berbasis PCR (H-3). Karantina selama 3 hari bagi yang sudah divaksinasi suntik ke-2/vaksinasi lengkap, hari ketiga dilakukan exit test.
Karantina selama 5 hari bagi yang baru divaksinasi suntik ke-1, hari keempat dilakukan exit test. Setelah itu para turis boleh kemana saja di Bali.***

Editor – Axelle Dhae

Facebook Comments