SINGARAJA, The East Indonesia – Saat ini lahan pertanian di perkotaan masih sangat dibutuhkan dan perlu untuk dipertahankan karena kawasannya semakin hari semakin menyempit. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna,SH dalam sambutannya saat hadir dalam Paruman Subak Banyumala yang digelar di Bale Subak, Pura Desa, Banyumala, Kamis (18/11).
Setelah mendengar pemaparan baik dari Kelian Subak dan para anggota subak yang saat saat ini mengalami kesulitan air, pupuk dan bibit, dan juga terkait dengan pembayaran pajak yang menurut mereka masih tinggi. Selain itu para anggota subak menyampaikan agar di daerah Banyumala bisa menjadi sentral penanaman edamame sebagai alternatif tanaman pengganti padi pasca panen sehingga lahan pertanian tetap produktif.
Menanggapi hal tersebut, Gede Supriatna yang didampingi oleh Anggota DPRD Kabupaten Buleleng Dewa Gede Sugiharto menyampaikan bahwa untuk permasalahan pajak, saat ini Buleleng sudah memiliki Perda LP2B yang dimana isi dalam perda tersebut terdapat pemotongan pajak sampai dengan 90% bagi lahan pertanian yang masuk ke wilayah LP2B.
Selain itu juga Ketua DPRD Buleleng akan melakukan koordinasi sehingga nantinya subak Banyumala bisa mendapatkan akses untuk memperoleh bantuan-bantuan dari pusat baik dalam bentuk bibit, pupuk maupun alat pertanian lainnya. “Kita berupaya nantinya subak Banyumala bisa mendapatkan akses untuk memperoleh bantuan dari pusat, dan kita akan terus koordinasikan untuk hal itu,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh anggota DPRD Buleleng Fraksi PDI perjuangan Dewa Gede Sugiharto. Dirinya menyampaikan selain bibit dan pupuk, diharapkan kedepannya para anggota subak memiliki “celengan petani” berupa hewan ternak untuk berjaga-jaga dikala kondisi paceklik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Buleleng, Perwakilan dari Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Lurah Banyuasri, Kelian Adat Banyuasri, Kelian Adat Subak Banyumala serta anggota Subak Banyumala.
Penulis – Wismaya|Editor – Christovao


