Rayakan Bulan Bahasa dan Hari Pahlawan, SRIT Adakan Pentas Seni Budaya dan Bahasa

26
FOTO : Rayakan Bulan Bahasa dan Hari Pahlawan, SRIT Adakan Pentas Seni Budaya dan Bahasa.(tim)

TOKYO, The East Indonesia – Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) menggelar Pentas Apresiasi Kreasi Seni Budaya dan Bahasa 2021 bertema “Ungkapan Cinta Pahlawan dalam Tiga Bahasa” sebagai bentuk nyata upaya pengembangan bakat minat siswa-siswi bidang seni budaya dan bahasa. Pentas secara hibrida di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, Rabu (18/11). Pentas ini digelar juga dilaksanakan dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra, Hari Sumpah Pemuda, dan Hari Pahlawan.

Dijelaskan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Tokyo, Yusli Wardiatno, pentas ini juga mendorong penguatan karakter luhur bangsa, seperti: cinta tanah air, menghargai para pahlawan, toleransi, bineka tunggal ika, tanggung jawab, kerja sama dan kompetensi sosial lainnya.

Kepala SRIT, Saidan, dalam kesempatan ini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak khususnya KBRI Tokyo dan orang tua siswa atas dukungannya dalam peningkatan mutu dan layanan pendidikan di SRIT, termasuk penyelenggaraan kegiatan akademis dan nonakademis.

Merespons hal tersebut, Ketua Komite Sekolah yang juga Atase Keuangan KBRI Tokyo, Sonny S. Ramly, juga memberi dukungannya pada Pentas Seni Budaya dan Bahasa ini sebagai ajang pengembangan bakat dan minat anak.

Baca juga :  Pentas Genjek Kolosal Pemantik Kebangkitan Karangasem

Atdikbud KBRI Tokyo, Yusli Wardiatno, menyambut gembira dan sangat mendukung upaya sekolah mewadahi tumbuh kembang anak didik sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya untuk menjadi anggota generasi bangsa yang berprestasi, berkualitas dan berintegritas.

“Merayakan bulan bahasa dan sastra merupakan bentuk tanggung jawab kita dalam mempertahankan Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa. Mengombinasikan perayaan ini dengan Peringatan Hari Pahlawan dapat menanamkan rasa hormat pada siswa untuk selalu menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang dan bersepakat memiliki satu bahasa nasional,” ujar Atdikbud Yusli.

“Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan para guru juga dukungan komite sekolah serta orang tua siswa dalam kegiatan-kegiatan pengembangan diri anak-anak dalam proses pendidikan di sekolah melalui pentas seni budaya dan bahasa. Pendidikan adalah tugas dan tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua dan masyarakat. Maka, mari terus bersinergi untuk maju dan suksesnya anak-anak kita,” terang Atdikbud Yusli.

Baca juga :  Festival Jazz Terbesar di Bali,Ubud Village Jazz Festival 2020 Dibatalkan

Kegiatan Pentas Seni dan Budaya dihadiri sejumlah atdikbud dan staf lingkungan KBRI Tokyo, Ketua dan Pengurus Komite SRIT, serta orang tua siswa dan dimulai pukul 9 waktu setempat dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan doa bersama.

Acara berlangsung sangat meriah dengan tampilan-tampilan antar siswa per kelas per jenjang dengan model campuran (blended), di mana para siswa tampil secara selang-seling baik di panggung secara fisik, dan juga melalui tayangan video yang menarik dan kreatif.

Diterangkan Atdikbud Yusli, secara urut dan ringkas, tampilan para siswa yang luar biasa dalam ajang apresiasi dan kreasi seni budaya dan bahasa tahun ini adalah sebagai berikut.

Penampilan anak-anak jenjang TK yang berbahasa Inggris dan SD yang memakai Bahasa Indonesia langsung di panggung, diselingi tampilan kelas 1 sampai dengan 3 SD dan TK dalam Bahasa Jepang. Usai rehat, acara dilanjutkan dengan tampilan gerak dan lagu dalam Bahasa Inggris jenjang SD langsung di panggung diselingi tampilan Kelas TK Bahasa Indonesia dan kelas 4 sampai dengan 6 SD Bahasa Jepang melalui tayangan video.

Baca juga :  Tak Semata Fisik, Satgas TMMD Ke-104 Kodim 0418/Palembang Juga Tanamkan Wawasan Kebangsaan Kepada Masyarakat

Selepas rehat siang, pentas lanjut menampilkan kreasi meriah anak-anak jenjang SMP dan SMA secara selang-seling baik dari panggung fisik dan lewat tayangan video.

“Dengan dukungan dan kehadiran orang tua, para siswa menampilkan kreasi seni budaya dalam bentuk gerak dan lagu, drama musikal, musikalisasi puisi dan lain-lain yang sangat menarik dan memesona,” terang Atdikbud Yusli.

Hal ini diamini Kepala SRIT, Saidan, yang menilai, “Pengaturan pencahayaan yang bagus dan sistem audio yang keren dari Tim OSIS dampingan panitia, di setiap akhir tayangan dan penampilan disambut gegap gempita tepuk tangan meriah.”

Sumber – Humas|Editor – Christovao

Facebook Comments