DENPASAR, The East Indonesia – Gubernur Bali, Wayan Koster memiliki cara jitu untuk memperkenalkan arak Bali. Kali ini ia mengajak Duta Besar (Dubes) Republik Korea Selatan untuk Indonesia, Park Tae-sung toast arak Bali sebagai bentuk penghormatan atas langkah awal kerjasama antara Bali dengan Republik Korea Selatan (Korsel) di dalam Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai hingga moda transportasi LRT (Light Rail Transit). Pertemuan tersebut digelar di Jakarta Sabha Denpasar dua hari lalu, didampingi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP) Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bali, IGW Samsi Gunarta, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Provinsi Bali, Gede Pramana. Kali ini Koster mengajak minum arak Dubes Korsel sambil membahas berbagai kemungkinan kerja sama untuk pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai.
Dalam sambutannya, Koster menyatakan kerjasama dengan Republik Korsel terkait Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai hingga moda transportasi LRT (Light Rail Transit) di Bali diharapkan bisa ditindaklanjuti secara lebih serius. Mengingat gagasan ini telah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Wakil Menteri Pertanahan-Infrastruktur-Transportasi Korsel. “Kita terus berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat, intinya kementerian terkait sudah mendukung dan mendorong hal tersebut segera terwujud. Apalagi Bali saat ini telah memiliki regulasinya, seperti Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai,” ujar Koster.
Gubernur menyatakan, para pegawai (ASN, red) dan mobil dinasnya akan didorong menggunakan kendaraan listrik. Begitu juga akan disiapkan skema kawasan atau zona kendaraan listrik yang rencananya di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, di Sanur, Kota Denpasar, di Ubud, Kabupaten Gianyar; di Kuta dan Nusa Dua, Kabupaten Badung. Adanya kerjasama yang telah terjalin dengan baik antara negara Indonesia dengan Korsel sebagai negara yang terkenal akan industri otomotifnya, diharapkan mampu mengembangkan kawasan industri kendaraan listrik berbasis baterai ke Pulau Dewata untuk menciptakan ekosistem bahwa Bali konsen pada energi bersih, dan bisa jadi yang terdepan di dalam penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.
Dubes Park Tae-sung menyampaikan terkait kerjasama di moda transportasi LRT, bahwa Pemerintah Korsel telah bertekad dan mencapai kesepakatan guna mendorong dan melanjutkan terwujudnya proyek ini. “Jadi kunjungan jami ini sebagai awal mempercepat program, karena telah adanya dukungan dari Kementerian Perhubungan dan Bappenas RI. Untuk Feasibility Study juga tengah berjalan dan saya yakin jika ini sukses, maka Bali akan menjadi pulau yang punya inovasi di moda transportasi dan makin terkenal di kancah internasional,” kata Park Tae-sung.
Dubes Korsel juga menyampaikan terimakasih atas langkah nyata Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah menciptakan regulasi tentang energi bersih dan kendaraan listrik berbasis baterai di Bali. Korsel sedang melakukan kerjasama dengan Indonesia untuk membangun ekosistem kendaraan listrik untuk jadikan Indonesia sentra pengembangan kendaraan listrik di ASEAN. Presiden RI pun sudah merestui mobil listrik, asal Korsel mendukung gelaran G20 sebagai kendaraan resmi,” tutupnya.
Sumber – HUmas|Editor – Arnold Dhae


